AYNA
  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Satu harapan ayna, ia berharap ada seseorang yang membawanya pergi dan membebaskan ia dari beban-beban yang ada dipundaknya. Memberikan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan, melimpahkannya dengan kasih sayang. Atau hanya memberikannya semangat untuk menghadapi masalah yang selalu datang bertubi-tubi, itu juga ayna sangat bersyukur. Tapi apakah itu bisa, apakah masih ada seorang saja yang bisa mewujudkan harapan ayna. "Kenapa bi, kenapa Tuhan memberikan aku masalah yang bertubi-tubi. Apa dunia membenciku, tak mau aku bahagia, apa dunia tak menginginkan ku, apa Tuhan sangat membenciku. Aku hanya ingin kasih sayang dari kedua orang tuaku, aku hanya ingin keluarga yang harmonis. Apa aku salah jika menginginkan hal itu, hiks...hikss..ke--kenapa Tuhan jahat kepadaku hiks...hikss...kenapa bi, kenapa?" "Tidak ay, jangan bicara seperti itu. Tuhan hanya mengujimu. Kau tau kan Tuhan tak memberikan cobaan kepada seorang hamba diluar batas kemampuannya, Tuhan percaya padamu sehingga Dia memberikan kamu cobaan. Kau salah satu manusia pilihan-Nya Ay." Wait, wait, wait sebelum membaca tambahkan ke perpustakaan kalian yah:)
All Rights Reserved
#741
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • A Fractured Soul
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Till I Meet You
  • Cahaya Dirimu
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALISHA (end)
  • Juan [REVISI]
  • Full Of Scratches

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines