Hi Juni (Hiatus)

Hi Juni (Hiatus)

  • WpView
    LECTURAS 520
  • WpVote
    Votos 96
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 31, 2021
Bukan tentang salah satu bulan dalam tahun Masehi. Tapi tentang manusia yang berjuang di atas lika-liku kehidupan. "Ada sebagian orang yang lupa, bahwa roda tak akan berputar bila tidak dikayuh" Hai, perkenalkan aku Aynara Revania Adisty. Manusia punya kekurangan dan kelebihan masing-masing bukan? Banyak orang mengejekku gadis cupu, bahkan keluargaku sendiri menganggapku gadis lemah yang tidak mempunyai masa depan. Jika bisa mungkin aku akan berkata bahwa aku ini bukan gadis cupu dan lemah. Tapi diriku sendiri juga takut untuk mengatakan itu. Aku takut makin dibenci semua orang. Membela diri sendiri? Tidak, aku terlalu baik untuk orang-orang sampai diriku sendirilah yang sering tersakiti. Aku takut jika aku membela diri orang-orang yang akan sakit mendengar perkataanku, karena apa?? .... Baca saja ceritaku ini :v Image source : pinterest #7 in klasik [14/08/21] ~~ 04/08/21 by : @hdnjkao Catatan : Murni karya sendiri. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dll itu bersifat normalitas dan tidak ada unsur kesengajaan. Salam literasi!
Todos los derechos reservados
#275
lugu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • I'm a Girl, Bos!
  • Sejenak Luka
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Psikopat Digital? [End]
  • BULAN [Selesai]
  • Breathe
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Paradise

[15+ Family and psychology] Aira Anidry tahu satu hal dengan pasti: berharap adalah cara paling cepat untuk hancur. Setiap kali ia menggenggam harapan-untuk dirinya sendiri, untuk keluarga yang tak pernah benar-benar memeluknya, untuk masyarakat yang gemar menghakimi, bahkan untuk Tuhan yang terasa begitu jauh-ia justru kehilangan kendali. Seolah hidup selalu menemukan cara untuk menertawakannya. *** Di rumah, Aira tumbuh di antara tatapan kecewa dan tuntutan yang tak pernah ada ujungnya. Di sekolah, ia belajar bahwa diam adalah satu-satunya cara bertahan dari ejekan dan hinaan yang tak kenal belas kasihan. Tidak ada yang tahu bahwa senyum tipisnya hanyalah topeng. Tidak ada yang sadar bahwa setiap luka yang ia telan perlahan sedang membunuhnya-sedikit demi sedikit. Aira berjalan menyusuri hidup seperti orang yang tersesat. Mencari ketenangan jiwa di tempat-tempat asing, sampai ia hampir lupa bagaimana caranya pulang. Karena sesungguhnya, Aira tidak lagi ingin dimengerti. Aira hanya ingin lenyap. Menghilang dari dunia yang tak pernah lelah menuntutnya menjadi sempurna. Start Update: 20/02/26 Finish:

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido