Hi Juni (Hiatus)

Hi Juni (Hiatus)

  • WpView
    Reads 522
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 31, 2021
Bukan tentang salah satu bulan dalam tahun Masehi. Tapi tentang manusia yang berjuang di atas lika-liku kehidupan. "Ada sebagian orang yang lupa, bahwa roda tak akan berputar bila tidak dikayuh" Hai, perkenalkan aku Aynara Revania Adisty. Manusia punya kekurangan dan kelebihan masing-masing bukan? Banyak orang mengejekku gadis cupu, bahkan keluargaku sendiri menganggapku gadis lemah yang tidak mempunyai masa depan. Jika bisa mungkin aku akan berkata bahwa aku ini bukan gadis cupu dan lemah. Tapi diriku sendiri juga takut untuk mengatakan itu. Aku takut makin dibenci semua orang. Membela diri sendiri? Tidak, aku terlalu baik untuk orang-orang sampai diriku sendirilah yang sering tersakiti. Aku takut jika aku membela diri orang-orang yang akan sakit mendengar perkataanku, karena apa?? .... Baca saja ceritaku ini :v Image source : pinterest #7 in klasik [14/08/21] ~~ 04/08/21 by : @hdnjkao Catatan : Murni karya sendiri. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dll itu bersifat normalitas dan tidak ada unsur kesengajaan. Salam literasi!
All Rights Reserved
#112
laga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • I'm Figuran?!?
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Sejenak Luka
  • Let Me Love You Longer
  • Apa yang Mereka tidak Tahu
  • Paradise
  • Psikopat Digital? [End]
  • BULAN [Selesai]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines