KEVIN SANJAYA SUKAMULJO

KEVIN SANJAYA SUKAMULJO

  • WpView
    Reads 1,013
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 8, 2025
"Kita itu, dua insan yang bertemu karena takdir, namun tidak dapat bersatu karena Tuhan" -Natasya Faradillah Tamrin "Kita memang satu amin, tapi kita tidak satu iman. Tapi lucunya, kita satu rasa." - Kevin Sanjaya Sukamuljo. "Gue datang ke sini buat belajar, bukan buat patah hati." -Natasya Faradillah Tamrin "Jika kehadiran gue hanya buat lo terluka, gue rela pergi jauh jika itu bisa buat lo bahagia." -Kevin Sanjaya Sukamuljo *** Jangan di anggap serius, semuanya hanya real khayalan, pemikirin, imajinasi. Jika ada kesamaan nama, tempat, atau alur cerita, Semunya hanya ketidaksengajaan. tidak ada niatan untuk menjelek jelekan siapapun, termasuk mereka yang menjadi visual dalam cerita ini. Masih amburadul karna masih amatiran dalam menulis. Typo bertebaran. Harap menjaga jempol anda untuk tidak mengetik sembarangan. Ingat mental orang beda beda. Terima kasih. *** Dibuat saat sedang terkepin-kepin, termarcus-marcus, terjojo-jojo, terginting-ginting *** Star : 5 agustus 2021 End : -?
All Rights Reserved
#349
jonathan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • [RosJunLis] SELINGKUH✔
  • Trouble Maker
  • [✓] Couple? Or more?
  • {Hiatus} Guest In My Imaginaryy [ChanBaek]
  • Auto Save!
  • ELION (bl)
  • Rich; [ChanBaek💲]
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Target Si Supir

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines