Bagian yang Hilang

Bagian yang Hilang

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 27, 2021
"Gian itu bukan bunuh diri, tapi dibunuh!" bentak Haura penuh emosi. "Oke kalo itu emang anggapan lo. Tapi siapa yang bunuh dia?" "lo!" ucapan yang keluar dari mulut Haura sukses membuat orang di hadapannya membisu. "Lo bunuh temen gue!" ----- Sejak kepergian Gian, hidup Haura sangat memprihatinkan. Gadis itu benar-benar diselimuti duka. Sulit membuat bibirnya melengkung, semua waktunya ia habiskan untuk memecahkan segala teka-teki atas kematian cowok itu. Dari sudut pandangnya, Haura melihat banyak hal berkaitan dengan kasus yang berusaha ia ungkap. Segala strategi sudah ia buat, meskipun ia tahu bahwa tiada yang mudah di dunia ini. Kini yang Haura butuhkan hanya satu. Yaitu seseorang yang sangat memercayainya. Atas semua yang sudah ia lakukan, Haura hanya mengharapkan ending yang bahagia sebagai imbalan. Siapapun dalang di balik kematian Gian, Haura tidak akan melepas orang itu dengan tenang. Begitu janjinya. Bukankah Haura memang harus menepati janjinya setelah ia tahu siapa orang itu? Ya, bagaimana pun janji tetaplah janji meskipun ternyata ia mendapatkan yang lebih pahit.
All Rights Reserved
#726
rekomendasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Abstrak
  • Sour Seventeen
  • Matahari
  • JUST SHOULDER ✔
  • Rumah Tanpa Atap
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • REVANO UNTUK REVA
  • Impossible
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines