We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Anyelir
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Dari sekian banyak waktu, bodohnya hanya satu kenangan yang ku kenang" Gadis 16 tahun itu diusir dari panti asuhan tanpa bekal sedikitpun, kecuali satu, sebuah kenangan. Benar-benar tanpa apapun. Tanpa uang, baju, makanan apalagi kenangan. Satu-satunya alasan dia tetap berjalan, tentu saja karena dia tidak bisa berhenti. Kecuali jika gadis kecil ini mau menampung seonggok hot dog tanpa bentuk diwajahnya. Dia yakin untuk membalas satu-satunya kenangan yang dia ingat, dia harus menjadi orang terpandang yang membuatnya bertemu gadis seusianya dari keluarga kaya. Perbedaan mencolok yang membuat mereka berdua terlihat unik. Sayangnya, untuk seseorang tanpa kredit sedikitpun membuatnya sulit diterima, kecuali di trotoar dibawah jembatan, tempat orang-orang meludah buang sial sambil menatap jijik para gelandangan bergelung dibalik kantong tidur bau. Atau sekadar tertawa, menyumpah, dasar pecundang
All Rights Reserved
#627
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sister or More
  • NOESIS [END]
  • Carnation 🌸
  • Remember?
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Amor?
  • Mencari Jati diri [FRESHA]
  • A R S E A N A
  • Blooming Baby

Ini adalah kisah nyata perjalanan persahabatan yang berkembang menjadi lebih dari sekadar hubungan kakak-adik. Sabrina, yang merasa terjebak dalam rutinitas hidup yang melelahkan, tanpa sengaja menemukan Almira, gadis muda yang baru dikenalnya, sebagai sosok yang bisa menemani malam-malam sepinya. Dari sebuah malam minggu yang penuh dengan makan malam sederhana dan foto di photobox, hubungan mereka berkembang-dengan banyak kebingungan, perhatian, dan momen yang terkadang terasa terlalu intim untuk sekadar persahabatan. Tapi, tak semua perasaan bisa dikendalikan. Sabrina yang lebih tua, lebih berinisiatif, dan lebih terbuka, mulai merasa hubungan ini semakin tidak seimbang. Almira yang lebih pasif, meskipun menyimpan perasaan mendalam, sering kali tak bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya dia rasakan. Namun, ketika jarak itu semakin terasa, keduanya perlahan belajar untuk saling mengerti dan menemukan kenyataan bahwa kedekatan yang mereka miliki bisa jauh lebih berarti daripada yang mereka duga. Kisah ini tentang belajar menerima perasaan yang tidak terucap, tentang kehangatan yang ditemukan dalam kebersamaan tanpa kata, dan tentang bagaimana satu orang bisa mewarnai dunia orang lain dengan cara yang tak terduga. Kisah nyata dari perjalanan hubungan yang tak selalu terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines