Anika Milik Bawika

Anika Milik Bawika

  • WpView
    Reads 214
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Enemies to Lovers
Highschool
Bad Boy
"Gak bosan-bosan nya lo gangguin si Anika" Yudi menatap aneh Bawika yang tersentum simpul sembari menatap berlalunya Anika, tatapan pria itu tidak lepas dari wanita mungil itu. Bawika menatap kepergian Anika yang berjalan dengan kaki dihentak kesal "dia gemesin banget sih, gue gak tahan" menaikkan bahu kemudian terkekeh kecil saat tatapannya kearah Anika yang lagi-lagi membuatnya terhibur, entah apapun yang dilakukan gadis itu. *** Anika hanya ingin lulus SMA tanpa masalah. Ia gadis pendiam, gugupan, dan terbiasa tak dianggap. Sampai seorang kakak kelas bernama Bawika Faresta mulai mengusiknya. Perhatian yang tak pernah ia minta justru menyeretnya ke dalam perundungan, tatapan penuh benci, dan rasa takut yang perlahan tumbuh. Bagi Bawika, Anika itu menggemaskan. Bagi Anika, Bawika adalah mimpi buruk. Karena tak semua perhatian adalah cinta. Dan tak semua senyuman menyembunyikan niat baik. Dipublikasikan: 7 September 2021
All Rights Reserved
#437
posesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • Skaya & the Big Boss ✓
  • SWITCH [End]
  • KEPERGIAN SENJA
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • The Cool My Boy Friend [TAMAT]
  • PELANGI
  • ReySan (Selesai)
  • Aderaga [ON GOING]

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines