We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RHUNA
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kisah mereka. Mereka yang sama pintarnya menutupi kebenaran, mereka yang bermuka dua, mereka yang memakai topeng dan mereka yang hidup seolah tidak memiliki dosa sama sekali. Hidup dengan sempurna sedangkan ada orang yang berjuang dari penyakitnya karna mereka. "Menurut lo, karma itu datang sendiri atau di rencanakan?" ______________ Mentahan cover : BAEBAEBAE_329 (Twitter)
All Rights Reserved
#2
syafira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • ARHAN || END
  • SECRET
  • Different [END]
  • 1200 Detik [ End ] ✅
  • Enemies in Flames [REVISI]
  • amour
  • "Hidup di Tengah Kehancuran"
  • Dua Sisi

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines