Tiga Puluh Hari Tanpamu

Tiga Puluh Hari Tanpamu

  • WpView
    Reads 26,533
  • WpVote
    Votes 2,453
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 8, 2021
Gangguan kecil itu menjadi sangat berarti ketika dia sudah pergi .... Biasanya ada yang lalu lalang ke sana ke mari mencari perhatian ketika aku sedang asyik menikmati hobi. Biasanya ada yang sengaja sibuk mengurus akuarium, kemudian meminta tolong memegangi selang air ketika aku tengah asyik membaca. Tiba-tiba dia pergi meninggalkan banyak pesan dan kenangan. Sementara aku dipaksa berdiri tegar di atas bumi sendirian, menapaki jejak yang telah kami buat selama lebih dari 20 tahun pernikahan. Gangguan itu kini sudah tidak ada. Seharusnya aku bisa nyaman menikmati caraku agar hidup menjadi lebih seimbang. Namun, kini gangguan kecil itu sangat kurindukan.
All Rights Reserved
#261
anakkos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulang Tanpa Arah
  • [END] When the Stars are Tired
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • Mutualism Symbiosis
  • Semu [Completed]
  • Halycon
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]

Dulu, rumah itu penuh tawa. Katrina hidup dalam keluarga yang disebut "keluarga bahagia". Ayah yang hangat, ibu yang periang dan ceria, adik yang manja, semuanya terasa sempurna. Tapi semua berubah sejak gosip kejam itu muncul. Tentang ibunya. Tentang pria lain. Tentang aib yang membuat ayahnya hilang arah. Satu per satu, kebahagiaan di rumah itu pun runtuh. Ayah yang berubah. Ibu yang mulai menangis diam-diam. Adik yang semakin diam, semakin kosong... Sampai pada akhirnya, hanya Katrina yang tersisa. Ibu dan adiknya pergi untuk selamanya. Ayah menghilang tanpa kabar. Dan Katrina-dengan luka yang tak terlihat harus terus hidup. Pindah dari satu rumah ke rumah lain. Diadopsi, lalu ditolak lagi. Tak satu pun dari rumah-rumah itu terasa seperti "pulang". Ini bukan hanya kisah tentang kehilangan, tapi juga tentang perjuangan untuk menemukan arti rumah yang sesungguhnya-meski tak lagi ada tempat untuk pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines