LATESHIA

LATESHIA

  • WpView
    Reads 11,839
  • WpVote
    Votes 918
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 23, 2021
Edrea Kei Lateshia, gadis kecil yang dipaksa kuat oleh keadaan. sejak dini edrea sudah di ajarkan beladiri,bermain pistol, mengendalikan bom dan mempelajari macam macam jenis racun. Edrea tumbuh dengan kobaran amarah yang menggelegar di jiwanya. walaupun edrea nakal tapi dia sangat menyayangi mommy dan daddy nya. Edrea juga mempunyai cinta sejatinya. laki laki kecil yang dulu menghampiri nya disaat dia sedang menangis, menjadi temannya dan menghabiskan waktu berdua bersamanya. Tapi laki laki kecil itu pergi ikut dengan kedua orang tua nya dan meninggalkan edrea sendiri. hal itu juga yang membuat edrea semakin menjadi seperti ini tapi Allah punya kehendak lain. di umur ke 17 tahun edrea kembali di pertemukan oleh anak kecil laki laki yang selama ini dia dambakan. Dilarang Plagiat🚫 Bila ada kesamaan Kata, Visual, Cerita Atau Nama Peran Itu Murni Tidak Disengaja. Terimakasih
All Rights Reserved
#27
arogant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • Dear Marsya (SELESAI)
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • RAKELIA : REPREATING TIME
  • crazy for u
  • FALETTA
  • ATARICK [OFF]
  •  𝐀𝐋𝐓𝐑𝐀𝐊𝐒𝐀 (My Absurd Husband)
  • Love Above The Sky [TERBIT]

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines