Puisiku

Puisiku

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
"Terlihat candramawa, pena menggores kertas putih. Klandestin, mengubah diksi menjadi sajak. Kertas yang semulanya suci telah ternodai. Pena meninggalkan jejak tinta hitam, merangkai makna yang mendalam." - Muhammad Govindo
All Rights Reserved
#114
prosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • di akhir perang
  • Dia Semesta
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • KONSEKUENSI HATI
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan

[SUDAH CETAK] [TERSEDIA DI GOOGLE PLAY BOOK] info pemesanan buku full novel nostalgia Cinta dalam Rindu: WA: 0812-8585-4756 Ig : (@)kholidfarhan_ Jika pada akhirnya, aku hanyalah lembaran kertas yang terbuang, dan kamu adalah pena. Apakah menulis dalam lembaran kertas, membuatmu puas? Jika tidak? Kau hanya menyimpan lembaran kertas yang sudah kau tulis, dalam rak minimalis. Lalu, lambat laun, kau mulai melupakan tulisan dan kertas itu. Bagaikan kenangan yang pernah kita lalui, kau lupakan dengan cepat, hingga; aku bukan lagi orang yang kamu cari, dan aku bukan lagi satu pilihanmu yang tepat. Jangan lupa berikan rating disetiap bagian isi cerita, ya :( Semoga baper, ya :') Kisah ini, ku persembahkan untuk; Seseorang yang pernah ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Tapi, masih merindukan dirinya kembali. Dicintai hanya sekadarnya, pergi semaunya. Itulah definisi mutlak orang itu. Seakan kenangan yang pernah dilalui, terjerembab dalam ingatan. Beberapa kenangan; terjebak dalam Nostalgia Cinta Dalam Rindu. Instagram Penulis : @kholidfarhan_ Twitter Penulis : kfarhan_17

More details
WpActionLinkContent Guidelines