Story cover for 30 Days by HansKoff
30 Days
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 05, 2021
Pernahkah kalian merasa bahwa sesuatu yang sangat jauh sebenarnya terasa dekat dengan hanya berjarak garis lurus saja?

Kita tidak pernah tau terkait takdir dan kebetulan yang menghampiri kehidupan kita, begitupula dengan takdir seorang tokoh berambut coklat keemasan di novel ini.

Seperti yang ditulis oleh pria berambut coklat keemasan
"Aku tidak berharap hari ini menjadi sesuatu yang spesial
Tetapi aku berharap setidaknya hari ini...
Hari ini akan memiliki makna yang lebih dari kemarin"
Namun tanpa diketahui bahwa sesuatu yang tidak terduga menjadi kenyataan dan mengalir layaknya sebuah air yang berisi cerita-cerita kehidupan

Namun yang menjengkelkan bukanlah ketidaktahuan si pria tersebut terhadap takdir, melainkan setelah serangkaian kejadian, seakan-akan sebuah cerita yang telah tertulis dan mengalir menjadi sebuah takdir, kemudian dipermainkan setelah 30 hari, layaknya yang sudah biasa terjadi di kehidupannya

Seketika seorang pria muncul di hidupnya, dan bisakah pria tersebut menjadi bagian cerita serta mempertahankann sebagai tokoh kehidupan si pria berambut coklat?
All Rights Reserved
Sign up to add 30 Days to your library and receive updates
or
#562homo
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
BUNGA KEMBALI cover
THE FORBIDDEN ROSE  cover
Hurt To Love You cover
Bad Boy [Dewtee] cover
DEEP LOVE [DewTee] cover
Mr. CEO's little husband cover
WHISPER OF LOVE (SELESAI)✅ cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover

BUNGA KEMBALI

101 parts Complete

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.