SELESAI
  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 13, 2021
Hubungan tidak akan kuat apabila hanya satu pelaku yang berperan dalam kisahnya. Karena satu tangan saja tak mampu menggenggam isi cerita. Lalu, jika suatu saat kamu sudah lelah karena lukamu tak kunjung memudar, maka jalan keluarnya adalah Selesai. Ingat! tidak ada yang salah dengan kata selesai. ------- Rania menangis sampai tubuhnya bergetar. Pedih. Merasakan ada yang bergetar, Radit terbangun. Kenapa Rania menangis? pikirnya bertanya. "Kenapa nangis Ra?" Tanya Radit. Rania hanya diam, air matanya semakin tak bisa ditahan. Kalian tahu kan kalau kita sedang merasa tidak baik-baik saja terus ditanya seperti itu, tidak akan ada satu kata pun yang bisa keluar. Tidak tahu harus berbuat apa, Radit bingung. Akhirnya Radit memeluk Rania. Ia ingin menenangkan gadis itu. Sementara Rania semakin terisak. Ia ingin seperti ini selamanya, ia ingin bersama Radit tapi itu tidak mungkin. "Dit, pelukan ini sangat nyaman. Tapi aku sadar ini salah. Tidak seharusnya aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari kamu. Tuhan, salahkah bila aku menginginkan Radit bersamaku? Aku ingin dia untukku bukan untuk orang lain" Batin Rania menjerit. Setelah lama mereka berpelukan. Rania melepaskan pelukannya dan berbalik memunggungi Radit. "Kamu pulang aja Dit, aku udah gak papa." Ucap Rania seraya menutup tubuhnya dengan selimut. "Dia kenapa? Aneh sekali." Batin Radit sambil memandangi Rania. --------
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Rindu Arti Bahagia (TAMAT)
  • Girlsfriend's best Friend
  • AIRA [On Going]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Diary Rahasia Si playgirl Ceroboh
  • Di Masa SMP Ku
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • KHALILA AND OTHERS
  • ADYRA

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines