We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Suatu Hari di Planet Pluto

Suatu Hari di Planet Pluto

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 10, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pluto, seorang makhluk luar angkasa yang terkejut saat ia membuka mata, dunianya sudah tak lagi sama. Keluarga, teman, sahabat, lingkungan dan segala yang ia punya menghilang dan ia semakin kebingungan saat menemukan dirinya berada di suatu tempat yang kejam, sungguh berbeda dari planet sebelumnya. Sedangkan Bumi adalah seorang manusia perempuan yang membantu Pluto menemukan jati dirinya. "Menurutmu mengapa sesuatu bisa menghilang, Bumi?" Bumi menghela nafas. "Sudah takdirnya." Pluto tersenyum, walau hatinya terasa pedih. "Tetapi mengapa sesuatu yang hilang sangat sulit dilupakan?" Bumi menatap lantai, mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan Pluto. "Segala sesuatu yang menghilang biasanya adalah hal-hal yang indah."
All Rights Reserved
#21
luarangkasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waiting For
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Mars & Pluto (Sudah Terbit)
  • Planet itu bernama Bumi  | Part 1: Tentang Farbe
  • Stargazing [SELESAI]
  • Langit untuk Asa
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • ANGKASARAYA [END]
  • GALAKSI : SANG PERISAI [END]
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]

Gadis itu seperti angin yang berhembus di malam hari. Dingin dan menusuk kulit. Saat dia terpuruk dan terjatuh, dia tak akan menunjukkan rasa sakitnya. Lukanya. Dan yang paling jelas adalah sikap dinginnya yang entah sejak kapan dan bagaimana dia bisa memilikinya. Lelaki itu seperti bulan yang menyinari bumi di malam hari. Saat semua mulai menggelap, bulan itu menunjukkan sinarnya, sebagai sebuah harapan. Tak lupa juga sifat tidak terprediksinya yang membuat orang sulit untuk membaca pikirannya. Tapi siapa sangka jika lelaki itu punya alasan terkuat untuk kembali ke tempat dimana seharusnya ia berlabuh? Jika si gadis angin tidak ingin mencintai si lelaki bulan, lalu kenapa dia tidak bisa melupakan perasaannya? Well... Because you are the only one i've been waiting for - E.L (131115) Ilustration by On_seventeenth Copyright by On_seventeenth

More details
WpActionLinkContent Guidelines