We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stop at me

Stop at me

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu baru akan benar-benar merasakan arti sebuah merindukan disaat seseorang yang mencintaimu memilih mundur, dan kamu baru menyadari bahwa kamupun ternyata mencintainya. "Saya cuma mau bilang ke kaka kalau kaka mau gak jadi pacar saya?" Rania mengucapkannya dengan sangat cepat seraya menunduk dan menutup matanya untuk menahan rasa malunya. Sontak semua mata tertuju padanya. "Gue mau!" "Ehmmm" Rizky menegaskan suaranya "lo sengaja? Mau bikin gue cemburu?" "Enggak, emang lo cemburu yah ka?" Rizky mengulurkan tangannya. Rania yang tampak bingung, menjabat tangan Rizky "selamat! Lo berhasil!" "Berangkat bareng gue yu!" "Gapapa ka gue berangkat sendiri ajah, gue udah naik taxi!" "Kalau gue mau gimana?"
All Rights Reserved
#2
schoolive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Om Barra [TERBIT]
  • ADYRA
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • LUGU
  • Pemulung; Penggombal Ulung (Terbit)
  • Rannia√
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • Your Secret in Our Marriage (END)

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines