Lukisan yang Mencuri

Lukisan yang Mencuri

  • WpView
    MGA BUMASA 21
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadKumpleto Fri, Aug 6, 2021
Di pagi hari ketika aku bangun, motel milik Tuan Brown terlihat berbeda. Astaga, barang-barang antik pajangannya hilang! Elisse bilang, lukisan itu yang mencuri barang-barang Tuan Brown. Apakah ia serius akan perkataannya? Lukisan tidak bisa mencuri, kan? ★ Tugas membuat cerita pendek ★ Nama: Tabina Putri Inaya Kelas: 9J SMP 4 Cimahi
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • CERITA HOROR SEKOLAH
  • Day Dream
  • (11) TRIO DETEKTIF : MISTERI TENGKORAK BERSUARA
  • The Past Keeper : Maliaza Ambaraningdyah
  • PARA PENJAGA [SELESAI]
  • Serendipity
  • Gadis dalam Cermin✔
  • LANTAI 3
  • Kenapa Harus Indah [FIKSI]

Di sebuah sekolah menengah yang terkenal dengan gedungnya yang tua dan penuh sejarah, desas-desus mengenai ruang bawah tanah yang terlarang terus menyebar di kalangan siswa. Sekolah ini berdiri megah di atas bukit, dengan pepohonan rimbun yang membuat suasananya selalu terlihat kelam, bahkan di siang hari. Legenda mengisahkan tentang seorang siswa yang menghilang bertahun-tahun lalu di dalam gedung tua itu, dan sejak saat itu, terdengar suara langkah kaki dan bisikan aneh di lorong-lorong saat malam tiba. Suatu malam, sekumpulan siswa yang penasaran memutuskan untuk menyelidiki. Mereka mendengar cerita tentang sebuah cermin besar di ruang musik yang konon bisa memperlihatkan bayangan orang-orang yang sudah mati. Salah satu siswa menghilang saat berani menatap cermin itu terlalu lama. Mereka pun mulai menyadari ada sesuatu yang mengawasi mereka, mengintip dari sudut-sudut gelap, dari ruang kelas yang terkunci, dan dari bayangan di balik tirai tebal. Misteri semakin dalam ketika mereka menemukan buku catatan tua di perpustakaan yang penuh dengan kisah-kisah tragis yang pernah terjadi di sekolah itu. Setiap halaman seolah menceritakan takdir mengerikan seseorang yang seolah ditakdirkan terulang. Tanpa mereka sadari, mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur. Ketika mereka mencoba untuk berhenti dan melupakan semuanya, kejadian aneh terus menghantui mereka-seperti suara lonceng yang berdentang saat jam menunjukkan angka 13, atau sosok samar yang berdiri di belakang jendela kelas saat mereka bergegas pulang. Mereka harus mengungkap misteri ini sebelum semuanya terlambat, karena setiap malam yang berlalu, jumlah mereka semakin berkurang.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman