Kenangan

Kenangan

  • WpView
    LECTURES 526
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., sept. 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini aku tulis untuk seseorang yang sampai sekarang masih berada dalam tahta tertinggi dalam hatiku sebagai lelaki yang paling aku cintai setelah orangtuaku. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap kamu bahagia saat ini. Vel yang baru saja putus dari seorang buaya kampus bernama Bara, harus bertemu dengan buaya lain bernama Ren yang jauh dari pandangannya. Dipertemukan dalam wujud kata dan terbatasi layar kaca dan mempunyai misi untuk 'Mengubah seorang Rendra Angkasa menjadi lelaki baik hanya dengan kata' Apakah Vel mampu menjalankan misinya? Ditemani 2 teman setianya. Thea yang bucin oleh Kemal dan Cipa ratu selir. Vel berusaha mengubah Ren tanpa jatuh cinta pada Ren, juga menghindari gangguan mantannya.
Tous Droits Réservés
#825
kocak
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Renjana [COMPLETED]
  • Misi Kalisa (End)
  • When Love Became a Memory
  • WHEN ? : i want a flying in love
  • psychopath diary|markhyuck
  • JEFF & VALE (End)
  • DETAK [15+ Yaoi/BL]
  • Uncertainty?

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu