Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum menikah. Saat Raihan-papanya bertanya siapa laki-laki yang telah menghamilinya pun, Alena hanya bisa bungkam seribu bahasa.
Hingga akhirnya seorang laki-laki yang merupakan sepupu tak sedarahnya berkata ingin bertanggung jawab. Alena tak tahu harus bagaimana.
"Lo udah punya pacar, Ar! Dan pacar lo itu, anak dari sahabat nyokap lo sendiri. Lo nggak mikir, apa yang bakal terjadi, kalo mereka tau, lo ayah dari anak gue, HAH?"
Lelaki itu hanya bisa terdiam. Sama seperti Alena, ia juga kebingungan. Sebab, janin dalam perut Alena ada karena kesalahan tak disengaja. Apalagi ia memiliki Liora, kekasihnya yang merupakan anak dari sahabat mamanya, tante Anya.
Apa pun yang akan Arden pilih, pasti ada risiko untuk melukai salah satunya. Ia mencintai Liora, tapi Alena sedang hamil anaknya. Hingga kenyaatan lain terasa kian menghantamnya.
Rihana Pandora sungguh membenci Gillian Ananta Dewa, meskipun Gillian adalah ayah dari Arion, putranya sendiri. Sepeninggalan Gillian di tujuh tahun yang lalu, tepatnya ketika Rihana hamil di luar pernikahan setelah melakukan kemaksiatan di hari perayaan kelulusan sekolah, memang telah membuat hidup Rihana terpuruk sampai dirinya kehilangan ibu kandungnya.
Namun tujuh tahun berselang setelah semua yang terjadi pada Rihana, termasuk juga upayanya untuk bangkit dari keterpurukan sembari merawat Arion yang sakit-sakitan, Gillian justru datang di hadapannya, sekaligus mengajukan permintaan pernikahan padanya. Kedatangan Gillian tentu saja membuat Rihana langsung murka, dan tak sekalipun dirinya menyetujui permintaan pernikahan dari pria itu. Sayangnya upaya Rihana untuk terus menolak lamaran dari Gillian justru gagal, ketika Gillian mengancam akan membawa Arion secara paksa, bahkan sampai melakukan penyekapan terhadap Rihana sendiri.