Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum menikah. Saat Raihan-papanya bertanya siapa laki-laki yang telah menghamilinya pun, Alena hanya bisa bungkam seribu bahasa.
Hingga akhirnya seorang laki-laki yang merupakan sepupu tak sedarahnya berkata ingin bertanggung jawab. Alena tak tahu harus bagaimana.
"Lo udah punya pacar, Ar! Dan pacar lo itu, anak dari sahabat nyokap lo sendiri. Lo nggak mikir, apa yang bakal terjadi, kalo mereka tau, lo ayah dari anak gue, HAH?"
Lelaki itu hanya bisa terdiam. Sama seperti Alena, ia juga kebingungan. Sebab, janin dalam perut Alena ada karena kesalahan tak disengaja. Apalagi ia memiliki Liora, kekasihnya yang merupakan anak dari sahabat mamanya, tante Anya.
Apa pun yang akan Arden pilih, pasti ada risiko untuk melukai salah satunya. Ia mencintai Liora, tapi Alena sedang hamil anaknya. Hingga kenyaatan lain terasa kian menghantamnya.
Warning 21++
Jatuh cinta dengan teman kakaknya-Bara, yaitu Gio membuat Alana merasakan sebuah perasaan menakjubkan untuk petama kalinya.
Gio itu tampan tapi bukan itu satu-satunya kelebihan lelaki itu. Seolah dia memiliki semua hal indah dan mempersona yang bisa menghipnotis Alana. Sampai ada dititik Alana semakin jatuh dalam pesona Gio yang mengenalkannya pada dunia liar dan abstrak. Alana baru sadar dia semakin jatuh, saat tahu sebuah nyawa hadir dalam rahimnya.
Alana hamil tapi Gio memilih ingin menghilangkannya, seakan semua hal indah dalam lelaki itu hanya semu tak pernah nyata.
Setelah itu, dia terjebak dengan lelaki itu dengan pola yang sama. Kadang merasa dibenci, kadang merasa dicintai dan terkadang merasa dijadikan orang asing. Dia sudah terlalu jauh mengecewakan keluarganya, ada masa Alana ingin mati tapi dia sangat mencintai Gio dan rasanya tidak bisa hidup tanpa lelaki itu.
Cover by pinterest