Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum menikah. Saat Raihan-papanya bertanya siapa laki-laki yang telah menghamilinya pun, Alena hanya bisa bungkam seribu bahasa.
Hingga akhirnya seorang laki-laki yang merupakan sepupu tak sedarahnya berkata ingin bertanggung jawab. Alena tak tahu harus bagaimana.
"Lo udah punya pacar, Ar! Dan pacar lo itu, anak dari sahabat nyokap lo sendiri. Lo nggak mikir, apa yang bakal terjadi, kalo mereka tau, lo ayah dari anak gue, HAH?"
Lelaki itu hanya bisa terdiam. Sama seperti Alena, ia juga kebingungan. Sebab, janin dalam perut Alena ada karena kesalahan tak disengaja. Apalagi ia memiliki Liora, kekasihnya yang merupakan anak dari sahabat mamanya, tante Anya.
Apa pun yang akan Arden pilih, pasti ada risiko untuk melukai salah satunya. Ia mencintai Liora, tapi Alena sedang hamil anaknya. Hingga kenyaatan lain terasa kian menghantamnya.
Septiana--Nana tumbuh dewasa dalam keluarga broken home. Sang Ibu, Sastiana, membesarkannya dengan penuh kasih sayang sehingga Nana selalu hidup dalam zona nyaman. Ia tak suka keributan, pun selalu memendam amarahnya.
Akan tetapi hidup Nana mulai berubah saat ia bertemu Alen Pringgayuda dalam rangka membuat baju untuk menjadi teman manten di pernikahan mantannya. Serta-merta keadaan membuatnya harus menikah dengan Alen dalam waktu cepat. Dan bukan hanya itu, Nana juga harus upgrade diri dari kekanakan menjadi dewasa.
Semua tokoh dalam cerita ini tahu bahwasannya merubah mental seseorang bukanlah perkara mudah. Nana harus merasakan patah hati berkali-kali, mengorbankan banyak air mata hingga merelakan pernikahannya dengan Alen dibatalkan.
Namun apakah Nana tidak akan melakukan apa-apa?