Seluruh anggota keluarga dibuat terkejut kala mengetahui Alena mendatangi klinik untuk melakukan aborsi demi menggugurkan janin yang tengah bersemayam di rahimnya. Mereka tak ada yang tahu kalau Alena tengah hamil mengingat gadis itu memang belum menikah. Saat Raihan-papanya bertanya siapa laki-laki yang telah menghamilinya pun, Alena hanya bisa bungkam seribu bahasa.
Hingga akhirnya seorang laki-laki yang merupakan sepupu tak sedarahnya berkata ingin bertanggung jawab. Alena tak tahu harus bagaimana.
"Lo udah punya pacar, Ar! Dan pacar lo itu, anak dari sahabat nyokap lo sendiri. Lo nggak mikir, apa yang bakal terjadi, kalo mereka tau, lo ayah dari anak gue, HAH?"
Lelaki itu hanya bisa terdiam. Sama seperti Alena, ia juga kebingungan. Sebab, janin dalam perut Alena ada karena kesalahan tak disengaja. Apalagi ia memiliki Liora, kekasihnya yang merupakan anak dari sahabat mamanya, tante Anya.
Apa pun yang akan Arden pilih, pasti ada risiko untuk melukai salah satunya. Ia mencintai Liora, tapi Alena sedang hamil anaknya. Hingga kenyaatan lain terasa kian menghantamnya.
Open Pre-Order | Part Lengkap
_____________
Aleena pikir, menikah dengan laki-laki yang cintanya lebih besar dari miliknya akan membuat hidupnya bahagia. Ternyata pernikahan yang laki-laki itu tawarkan tak ubahnya seperti jebakan--penuh intrik dan menjadikan drama sebagai makanan sehari-hari.
Aleena muak. Dia menginginkan kebebasan, sehingga nekat mengajukan perceraian dan menyembunyikan kehamilannya agar dapat pergi sejauh mungkin. Niatnya ingin keluar dari 'jeratan', tetapi hal tersebut justru membawanya menaiki roller coaster kehidupan.
Hampir lima tahun dia pergi dan Aleena merasa takdir terlalu jahat telah mempermudah jalannya hanya untuk mengantarkannya ke lubang yang sama.