GRHA
  • WpView
    Reads 4,841
  • WpVote
    Votes 438
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
Semakin tua, aku semakin menyadari bahwa yang kubutuhkan hanyalah "rumah". Rumah yang nyaman dan aman untukku berpulang melepas lelah, kerinduan, kasih sayang, dan cinta yang kupunya. Iya, "rumah". "Rumah yang ini berirama, seperti tangga nada." . . . Copyright © 2021 blavkflannel_ Hak Cipta Terlindungi Status: On Going. Gxg Content.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Standing With You (gxg) (completed)
  • COMING OUT [ GL ]
  • Jacqueline.
  • Say It, then Stay [COMPLETE]
  • True Lovely : My BL Stories
  • 3. Cerita Etalase dan Tempat Tidur GXG (END)
  • 9+
  • Inikah Cinta? [Just a Love Story]
  • Afeksi

"Seandainya aku satu-satunya di hati dia." Katamu di suatu pagi. "Kalau kamu bukan satu-satunya di hati dia, mungkin kamu satu-satunya di hati orang lain yang sedang menunggumu. Kadang kita nggak sadar memayungi orang lain dan ternyata di belakang kita ada orang yang dengan sabar memayungi kita." Sahutku seraya tersenyum. "Lalu, buat apa membuang-buang waktu menjadi pelangi bagi orang yang buta warna? Buat apa menjadi payung bagi orang yang menyukai hujan?" ××××××××××××××××××××××××××× "Bagaimana rasanya mencintai orang yang sedang mencintai orang lain?" Tanyamu ganti. Aku tersenyum saat mendengar pertanyaan itu. "Rasanya seperti memeluk kaktus. Semakin erat kupeluk akan terasa semakin sakit." *Inspired by : 🎶 Guy Sebastian - Standing With You Warning! : • 18+ • Lesbian (Yg homophobic silakan minggir)

More details
WpActionLinkContent Guidelines