Story cover for desir by lunakasa
desir
  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado ago 06, 2021
"Tuan berkata, dunia akan tersenyum jika kita tersenyum. 
Tetapi saat kucoba, mereka malah menganggapku orang gila".
"Mereka yang aneh"

Cerita tentang seorang pemuda yang kehilangan sesuatu dalam hati dan pikirannya, hanya sesosok gadis kecil dalam mimpinya yang sedikit demi sedikit mulai jelas wajah dan siapa gadis itu.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir desir a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Behind The Smile cover
Keazen (a sly world) TERBIT!  cover
Empty (End?) cover
Detektif Palsu: Fail Romansa Si Antibetina cover
Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu cover
𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?  cover
cinta duyung  cover
When I Meet You cover
The Dark Side(END) cover

Behind The Smile

41 partes Continúa

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?