Cintanya Anak Smk

Cintanya Anak Smk

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 15, 2021
Delaney Auristella adalah cewek yang tidak pernah serius menjalani hubungan ketika pacaran ya dia hanya main main dengan perasaan nya dia memang sangat terlihat bucin ketika sedang pacaran namun dia tidak pernah serius, Delaney tidak pernah menangisi seorang cowok apa lagi di saat putus. Namun Delaney bertemu dengan siswa di sekolahnya yang menyukai Delaney dengan secara diam diam. Siapa siswa itu?, apakah mereka akan saling bertemu?, apakah mereka akan salin menyukai satu sama lain?, apakah nantinya Delaney bisa serius menjalin hubungan dengan nya?, apakah dia bisa merubah Cewek fakgirl jadi sadgirl?, mungkinkah mereka akan bersama selamanya, pada penasaran kan gimana kelanjutannya baca selengkapnya di Cintanya Anak SMK.
All Rights Reserved
#78
sahabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Panah Rasa (BangRosé) | END
  • Heiyo Nayl!
  • RADELL
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • NAYLA [SLAW UPDATE]
  • More Than Senior
  • AURISTELA
  • Raquilla

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines