pada akhirnya, aku terduduk kembali pada tempat yang sama. menatapmu dari dekat, sedangkan kau menatap ku dari kejauhan. banyak kata andai yang ingin ku sampaikan. 'seandainya'....
bukan kah itu kata yang kau sukai?
mengapa tidak kau ucapkan lagi?
aku merindukan ny.
***
"seandainya nanti kita nikah nih ya, aku bakal disamping kamu!"
"omdo"
"ih, serius tau"
"gak percaya ah"
***
"seandainyaaa ajaa, aku ketemu kamu dari dulu. pasti gak akan sesingkat nanti"
"yaudah, gak usah ketemu aja. nanggung"
"gak boleh gitu, justru harus dipertemukan, walaupun sesaat"
"kamu mau aku sakit?"
....
tidak kusangka persahabatan kita akan berakhir begini. tapi mengapa kau tidak mengenaliku? dimana perhatian yang kau tunjukkan waktu dulu padaku? apa salahku sehingga kau memilih untuk pergi dari kehidupanku dua tahun yang lalu. aku tidak mengerti apa yang ada dipikiranmu saat ini. yang kutahu saat ini adalah... kau bukan zahman yang kukenal.
( ayura fazhana salsabila )
seandainya kau tahu apa yang kurasakan selama dua tahun lamanya, pasti kau akan mengerti alasanku menjauh dari mu tuan putriku.
( zahmana aryafatih permana )