Story cover for We Deferent by rexverse
We Deferent
  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ago 08, 2021
"Namanya  Langit Catur Angkasa. Entah hal apa yang membuatku penasaran dengan sosok laki-laki 25tahun itu hingga aku terjebak dengan rasa penasaranku yang perlahan tanpa aku sadari berubah menjadi rasa takut kehilangan. " -Nara


"Bisakah kita tetap bersama?"

Gadis itu sontak menggeleng sambil tersenyum indah.
"Kita berbeda, Langit"
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir We Deferent a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#238beda
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
ARTAN  cover
epilog tanpa prolog  cover
Jeana & Juan cover
Puisi Cinta [END] cover
RE:MEMBER (END) cover
why? It's You cover
Langit dan Semestanya [langaXreki] {HANAHAKI DISEASE} cover
My star  cover
SKYRA cover

ARTAN

6 partes Continúa

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] *** Tentang gadis cuek dan laki-laki absurd tak bisa diam bak cacing kepanasan. *** Bayangkan bagaimana rasa nya jika kehidupanmu berubah secara tiba-tiba? Itulah yang di alami seorang gadis bernama Naisha Nazira Maheswari. Hal ini terjadi setelah ia diganggu oleh si brandal sekolah baru nya. Hal yang paling menyebalkan adalah, ketika hari-harimu dikacaukan oleh seseorang yang tidak pernah terpikirkan sebelum nya. Disinilah awal pertemuan dan kisah tak terlupakan antara seorang gadis cantik, ambisius terhadap pelajaran dan ratu matematika dengan seorang Artan Mahesa Shankara. Laki-laki berandal, penguasa sekolah, ketua geng, dan selalu membuat onar tentunya. *** "GUE BENCI SAMA LO!" Teriak Naisha. "Hah, cinta?" "Congekan ya lo, kampret!" Umpat Naisha geram. "Iya, gue juga cinta kok sama lo.." *** "Lo udah suka, kan, sama gue?" Tanya lelaki itu percaya diri. Naisha melirik malas, "Najis! Lo bau ketek, congekan, rambut acak-acakan, jigong lo juga tuh tebel. Ga minat gue." Maki Naisha, mampus. "Gue heran, gimana bisa, sih, lo se-percaya diri itu?" "Iya karena gue ganteng, apalagi lah?" "Gantengan juga tukang kebun gue daripada monyet kayak lo!" "Mulut lo durhaka banget boncel!" Gemas Artan sambil menyomot bibir tipis Naisha. ***