MALINTESO
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 4, 2021
Kepercayaan adalah kunci langgengnya suatu hubungan. Baik hubungan dengan pasangan maupun dengan keluarga. Komunikasi adalah cara supaya kepercayaan itu muncul. Ibarat rumah harus ada pintunya terlebih dahulu kemudian jika ada pintu maka dibuatlah kunci untuk membuka pintunya. Setelah itu, barulah kalian bisa untuk keluar menghirup indahnya suatu ciptaan-Nya. Akan tetapi, bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika komunikasi kalian sudah terbangun, namun ada seseorang yang menghancurkannya? Apa yang akan kalian lakukan? Dalam kisah ini akan diceritakan suatu perjuangan seorang remaja yang hampir kehilangan semangat hidupnya dikarenakan tuduhan-tuduhan yang menimpanya. KHUSUS UNTUK REMAJA BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS. TIDAK DISARANKAN UNTUK REMAJA YANG MASIH LABIL DAN TAK SUKA PIKIR PANJANG
All Rights Reserved
#962
happy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • ALEYA~~
  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Benang Kusut Tak Terurai
  • A Fractured Soul
  • LYBLOP [✓]
  • DENNIES

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines