Kematian yang diharapkan

Kematian yang diharapkan

  • WpView
    LECTURAS 422
  • WpVote
    Votos 181
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 12, 2021
Pernah ingin hilang, tetapi seakan ada sesuatu yang menghalangi? Pernah ingin pergi, tetapi seakan ada sesuatu yang menahannya? Pernah ingin bertahan hidup di tengah-tengah jahatnya dunia,tetapi rasa sakit membunuhmu pelan-pelan? Jika kamu belum pernah merasakannya dan ingin mencobanya, kemarilah Akan aku ceritakan bagaimana seorang diri ku yang nampak kokoh di luar, namun rapuh yang hanya menunggu waktunya kapan dia akan hancur. ...... Cerita ini selesai karena pada dasarnya cerita ini seharusnya tak boleh dimulai sebab semakin lama dicari semakin jelas bahwa tidak akan pernah menemukan kata " happy ending".
Todos los derechos reservados
#1
sosiallife
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • HIDDEN I (The End)
  • FADING IN THE SILENCE
  • Never Enough
  • Hampa(TAMAT)✔
  • Adri or Riana
  • Menyerah atau Bertahan?
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊��𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Aluka (Proses Penerbitan)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido