Miss. Eon

Miss. Eon

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 8, 2021
"lelah sekali".( otakku dan hati berbicara berulang-ulang kali). Ya, seakan ku ingin marah dan bilang mengapa harus aku??? semua membuat ku muak, bahkan tak ada satu orang pun di dunia ini mengerti hidupku, ya begitulah situasi sekarang aku rasa. Hidup sendiri jauh dari keluarga, banting tulang menjadi tulang punggung itu tidak mengasyikkan, aku harus mencoba menerima kebutuhanku tersingkir sebelum aku memenuhi kebutuhan keluargaku. " aku bosan Tuhan " . ku hanya mampu berteriak dan mengeluh pada Tuhan,ya bagaimana lagi aku tidak memiliki siapapun,bahkan di usiaku yang sudah kepala tiga,aku tak bisa hidup seperti teman-temanku yang menikmati hari-harinya bersama keluarga kecilnya,anak-anak dan suaminya. ya, mungkin saja saat ini hati dan diri ini sedang iri melihatnya, karna bagaimanapun aku tidak bisa seperti mereka. aku harus jauh dari keluarga dan harus bekerja, dan melupakan dan jangan pernah impikan yang namanya pacaran ataupun pernikahan. setelah lima bulan tidak bekerja karna orang tuaku yang sakit dan sudah lanjut usia, aku harus membuang keinginan ku untuk menikah. Bukan tidak ada yang ingin menikahiku,tapi aku terlalu takut mengambil resiko jika sudah menjadi seorang istri aku tidak dapat mengurus orang tuaku yang sudah tidak bisa apa-apa dan sedang sakit hampir 1 tahun lamanya. sudahlah... aku lelah... sepertinya aku harus tidur supaya emosiku kembali baik lagi. Maafkan aku Tuhan karna selalu mengeluh dan banyak maunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Way To You (END)
  • D E T A K
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Full Of Scratches
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines