ADIK SAHABATKU, SUAMIKU

ADIK SAHABATKU, SUAMIKU

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 8, 2021
" Apaan sich,andi.... gak usah ngeledek gitu dech" kataku cemberut... " siapa yang ngeledek si, orang serius juga " andi pun menegaskan perkataannya. " Ayo kita nikah,kita hidup bareng sampe kakek nenek " lanjutnya... "Gila dasar" sini aku jewer kuping mu... kataku sambil menjewer kupingnya... Sinta dan andre hanya tersenyum melihat kami saling balas kata. Malampun semakin larut dan mereka pun pamit pulang; " kami pulang ya ea". Kata sinta,andre dan andi. " ok,terima kasih untuk kado dan ucapannya" kataku... " aku pulang dulu ya,besok kalau kita udah menikah kita gak akan pernah terpisah " kata andi... " sialan loe, udah gede malah stress" balasku kesel...
All Rights Reserved
#907
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • HANCUR💔<END|
  • Silent, Please! (Re-up)
  • syanin
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • DANGEROUS GABRIEL | Perjodohan (Complete)
  • Fear Of Abandonment

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines