vanara

vanara

  • WpView
    Reads 5,401
  • WpVote
    Votes 5,143
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[BANTU FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA] cerita ini murni hasil pemikiran saya sendiri kalau ada kesamaan tempat,nama,dll mungkin itu hanya kebetulan, makasih sma" :) Nara mematung, rasanya ia ingin menangis tau begini ia tidak akan turun kebawah dan mendengarkan ucapan bundanya Ia memohon kepada bundanya "Nara gak mau bunda,Nara udah gede,Nara gak mau di jodoh jodohin,Nara bisa cari pasangan bund" ucapnya terbata bata karna isak tangisnya. "kenapa nggak di jodohin sama yang lain aja,kalo gak sama bang Vale aja" "eh eh belok dong" ucap Vale membuka suara yang dari tadi hanya diam dan menyaksikan kericuhan yang terjadi. "biarin" ujarnya sewot. "Ayah mau yang terbaik buat kamu". "Gapapa sayang,tadi bunda nonton Indosiar kecil dari kamu udah jadi istri ketiga duda lagi dapatnya". Ucap Bundanya. "Isshh bunda itukan pilem bukan nyata" ucapanya membuat tangisnya kembali pecah. Nara terduduk dan meraung-raung "ayahh bundaa, Nara gak mau hiks" dengan disertai isakan membuat Nara susah bernafas. Oh iya pren ini cerita pertama aku ya,kalo ada kesalahan mahon di maklumi ya.. makasih:))
All Rights Reserved
#7
vanara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LO$ER = LO♥️ER
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • WHO ?
  • EXCHANGE
  • Because I'm Stupid (End)
  • DEANDRA (Dangez Gang)
  • Patah Hati Setengah Komedi
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)

"Kamu tahu sendiri Dava kalo aku cinta kamu bukan kak Andra." Lirih Anara mengungkap Isi hatinya untuk kesekian kalinya. "Dan Lo juga tau sendiri kalo gue gak cinta sama Lo! Gue disini cuma membalaskan dendam gue." Anara menahan nafasnya, seketika dadanya nyeri setelah Dava mengatakan apa yang ia rasa. Dava beranjak duduk menatap Anara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa segini cukup Dav untuk balas semua dendam kamu?" Tanya Anara membeo, dirinya memalingkan wajahnya. "Kamu selalu berhasil bikin aku hancur!" Gadis itu berbalik pergi meninggalkan Dava yang masih bergeming di tempatnya. Lelaki itu duduk memandang pintu dimana Anara menghilang dari pandanganya. Senyum tipis Dava terbit tampak terlihat menyayat hati siapapun yang melihatnya. "Sampai kapanpun Lo gak akan pernah bisa gue miliki Anara. Bahkan disaat gue juga cinta sama Lo. Karena gue hanya akan selalu menjadi pecundang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines