Story cover for BEDA TAKDIR by acha_pj
BEDA TAKDIR
  • WpView
    LECTURAS 3,567
  • WpVote
    Votos 1,809
  • WpPart
    Partes 20
  • WpView
    LECTURAS 3,567
  • WpVote
    Votos 1,809
  • WpPart
    Partes 20
Continúa, Has publicado ago 09, 2021
'Nyatanya Takdir Ini Bukanlah Takdir Yang Asli'

Rahasia yang tersimpan rapat kini terkuak. Selama 17 tahun rahasia itu bersembunyi dibalik kebahagiaan kecil Aghni. Hancur, itulah yang dirasakannya sekarang.

"Kenapa Ayah dan Ibu bohong sama Aghni! Kalian tega melakukan semuanya sama Aghni! Lalu di mana orang tua kandung Aghni! Jawab!"

Jawaban yang tak kunjung keluar dari mulut kedua orang tuanya, bukan! Tetapi orang tua palsu membuat Aghni terduduk lemas.

"Dengan kebungkaman kalian ini membuktikan bahwa kalian tidak ingin menyatukan orang tua dengan anaknya!"

Lalu bagaimana dan kapan Aghni akan bertemu orang tua kandungnya? Dan akankah ia menemukan mereka?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir BEDA TAKDIR a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#968sabar
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eliinaa de vfryfrljnvsnmtm
5 partes Concluida
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Strawberry de Gabrielmalaikatagung
28 partes Concluida
[FIKSI REMAJA] [13+] "Kehidupan manusia seperti buah strawberry. Kadang manis, kadang asam, kadang juga keduanya. Tidak akan ada yang bisa menjamin rasanya." "Manusia harus menjadi seperti buah strawberry, menampilkan biji yang seharusnya ada di dalam dan tersembunyi. Menjadi apa adanya dan bukan ada apanya." "Buah strawberry tumbuh subur di tempat yang sejuk, seperti halnya manusia yang harus mengambil keputusan dan pilihan dalam suasana hati dan pikiran yang sejuk." Kisah pemuda bernama Satria Winterson. Anak semata wayang dari keluarga kaya yang tiba-tiba dititipkan di kampung halaman ayahnya di Bandung Selatan. Banyak pengalaman berharga yang Satria dapatkan saat bertemu dengan orang-orang baru di sana. Pertemuannya bersama dua sahabat baru (Adi & Bagas) yang ternyata memiliki drama kehidupan masing-masing, yang membuat Satria sadar jika semua orang memiliki masalah mereka sendiri. Pertemuan kembalinya dengan adik sepupu yang dia anggap sebagai adik kandungnya sendiri (Juan) dan pertemuannya dengan keluarga dari ayahnya, Satria merasa bersalah dan telah menyia-nyiakan semua yang dia miliki selama ini. Pertemuannya dengan sahabat masa kecilnya yang menyimpan sebuah rasa (Euis). Dan pertemuannya dengan seorang gadis bergingsul, yang menurutnya lebih manis daripada gula (Bella). Gadis mana yang membuat hatinya tenggelam dalam cinta? Apakah persaudaraannya rusak karena cinta? Apa sebuah perjalanan yang dia jalani bisa mengubahnya menjadi seseorang yang baru? Gabriel © copyright 2020
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Eliinaa cover
Penghuni Asrama cover
coward cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
•Pantai Terlarang Rahasia Umum• cover
Strawberry cover
Seven of The Boy's || NCT Dream cover
LIKE A FOOL cover
Hidden Tightness (SUDAH TERBIT) cover
The Miracle cover

Eliinaa

5 partes Concluida

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.