Khanaya
  • WpView
    GELESEN 34
  • WpVote
    Stimmen 12
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Aug. 19, 2021
WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!!! Biasakan tinggalkan jejak dengan cara vote and komen. "STOP!!!" lerainya dengan Isak tangis yang menjadi backsound pertengkaran kedua orang tuanya. hiks...hiks...hiks..."kenapa sih selalu saja bertengkar?! nggak malu apa di dengar tetangga?! Naya malu...hiks...Naya malu berada di rumah ini! dari dulu nggak pernah berubah selalu saja bertengkar!" Teriaknya dengar histeris. "Malu kamu bilang?" tanya Prima sembari melangkahkan kakinya mendekat ke arah Naya. "IYA! Naya MALU!!!" Plak!!! Bagaimana kelanjutannya?? ikuti terus ya :v ini hanya karangan dari manusia yang memiliki pemikiran random
Alle Rechte vorbehalten
#420
home
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • RUMAH KITA
  • ALEYA~~
  • Kita, Cinta & Luka [END]
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • PANGERAN PERMEN KARET (COMPLETED)
  • LUKA
  • Broken Home (Completed)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Nayara [ TERBIT ]

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien