PANGERAN!

PANGERAN!

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 9, 2021
"jangan pernah suka sama gw karna lo bakalan sakit"pangeran cakra "Senja yang aku rinduin sekarang adalah senja yang aku habiskan bersama mu dulu sebagai teman"raisya maharani Pangeran cakra seorang lelaki yang sering di sebut" sebagai "pangeran versi nyata" ini adalah sosok seseorang yang selalu mengandalkan logika dan otak dalam perilaku dan omongannya Raisya maharani seorang gadis cantik dengan hati nurani nya yang gampang tergerakk untuk membantu seseorang Akan kahh cinta masa lalu merekaa terulang kembali atau hanya harapan sepihak? AYO BANTU RAMEIN CERITA AKU KALI INI AKU HARAP KALIAN SUKA🌱✨
All Rights Reserved
#927
diam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Rangkaian Rahasia
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Dyara Dan Kisahnya [End]
  • Sejenak Luka
  • Waktu?
  • Matematika
  • ELGITA  (TERBIT)
  • En(l)d. (on going)
  • Sebuah Rasa

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines