Rintikan Sajak Harianku

Rintikan Sajak Harianku

  • WpView
    Reads 436
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 16, 2021
Mulut seringkali kelu untuk menyampaikan hal tabu. Sedangkan diri seringkali ragu tuk menyampaikan meski seseorang sedang berada di sisi. Sebab bagiku tidak ada yang paling memahami kecuali Sang Pemilik hati. Rangkaian kata sederhana ini adalah luapan hati yang tercurahkan dalam barisan sajak, terciptalah puisi-puisi yang mewakili isi hati Sang Penulis. Puisi-puisi ini ditulis secara acak sesuai dengan situasi dan perasaan yang sedang dialami oleh penulis. Oh iya... Siapapun kalian yang sengaja atau tidak sengaja mampir ke halaman ini, jangan lupa kepoin halaman-halaman selanjutnya ya. Barangkali ada puisi yang kalian suka dari puisi-puisi itu. Like, vote dan koment akan sangat membantu dan menambah semangatku dalam menyelesaikan tantangan 30 hari konsisten menulis. Terima kasih. Sehat selalu dan semoga harimu menyenangkan 🥰🥰 #30harikonsistenmenulis
All Rights Reserved
#30
30harikonsistenmenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TENTANG RASA
  • Segala Tentangmu ❝
  • SAJAK & PUISI PATAH HATI
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Seutas Gelabah
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Aksara Tak Bertuan
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)

[Follow dulu yah bestie 😘] Puisi adalah seni mengabadikan rasa. Rasa bahagia Rasa sedih Rasa suka Rasa duka Rasa yang dititipkan semesta pada hati yang tak saling meyakinkan. Lewat puisi aku mencoba mengabadikan kerinduan bersama senja yang merekah di ujung penantian. Melompati batas waktu tuk temukan titik pasti bahwa dirimu tercipta untukku. Lewat puisi aku mencintai dan jatuh cinta padamu. Lewat puisi aku mengucapkan miliaran terima kasih kepada semesta yang sudah mengikhlaskan dirinya berulang-ulang kusebut dalam sajak-sajakku. Akhirnya untukmu kutuntaskan kiasan yang menceritakan tentangmu. Tentang rasaku padamu. Sukamu dukamu rindumu lukamu dan semua hal yang berkaitan tentangmu. Sudah itu saja. Dimulai: 2020 (Purwadadi, Subang, Jawa Barat) Berakhir: 2022 (Lembang, Bandung, Jawa Barat) Sekian dan terima kasih Peluk hangat dari jauh untuk kalian semua 🥰

More details
WpActionLinkContent Guidelines