Pohon ke : 18 [New Version]

Pohon ke : 18 [New Version]

  • WpView
    Bacaan 2,888
  • WpVote
    Undian 1,395
  • WpPart
    Bahagian 8
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Jan 29, 2025
Dia masih hidup, tapi hadirnya seakan tak terlihat. Laki-laki pemarah bak iblis pencabut nyawa, Kariel nyaris sempurna dengan sejuta pesona. Dia suka menindas, menyakiti fisik maupun mental musuhnya. Kariel benci seorang pecundang, sikap angkuh dan tuturnya yang kasar mampu membuat Kariel berlaku seenaknya. Nasib naas mulai menimpa. Kariel hidup dalam dunia gelapnya, dia menikmati tiap tikaman yang diberi kala mendapat fakta yang membuat Kariel menjadi seperti mangsa. Segalanya runyam tatkala Kariel terihat lemah, penakut bagai halnya seorang pecundang. Kariel hanya bisa bungkam kala dirinya terjebak dalam permainan takdir, dan goresan itu menjadi saksi tentang bagaimana semesta memperlakukannya.
Hak Cipta Terpelihara
#167
diam
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Enemies in Flames
  • VIONA [END]✅
  • Behind The Smile
  • Perihal Waktu
  • [Complete] Fate in Chains
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • intact but fragile

Aqeela selalu percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Tapi, bagaimana jika waktu justru membawanya kembali ke titik awal? Satu momen di hari itu membuat hidupnya berantakan. Ia merasakan penghianatan, kehilangan, dan luka. Namun, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan merenggut ingatannya, menghapus jejak masa lalu yang menyakitkan. Kini, ia hidup dalam dunia yang baru. Tenang, tanpa beban, tanpa kenangan yang menghantui. Tapi mengapa, ketika sosok itu muncul kembali dalam hidupnya, ada perasaan asing yang mengusik? Seolah ada sesuatu yang seharusnya ia ingat, tetapi tetap berada di luar jangkauannya. Mohan tidak pernah berpikir akan bertemu Aqeela lagi. Apalagi dalam keadaan seperti ini, saat gadis itu bahkan tak mengingat siapa dirinya. Haruskah ia bersyukur, atau justru merasa terhukum? Saat masa lalu dan masa kini mulai bertabrakan, Aqeela dihadapkan pada dua pilihan: tetap dalam ketidaktahuan atau mencari kebenaran yang mungkin akan kembali menyakitinya. Sementara Mohan... hanya bisa berharap bahwa kali ini, takdir berpihak pada mereka. Karena cinta yang pernah tersesat di masa lalu, mungkin masih mencari jalan untuk kembali.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi