Story cover for Sisil by WahyuniUni146
Sisil
  • WpView
    LECTURAS 161
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 161
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado ago 10, 2021
"val kamu mau kemana?"tanya sisil

"gue mau pergi ketemu sama Klara"jawab noval

"Tapi kamu kan udh janji mau temani aku pergi ke rumah sakit buat periksa"ucap sisil

"sorry sil,Klara lagi butuh gue,lain kali aja ya gue temenin"jawab noval

Sisil sedikit kecewa atas jawab noval

"bisa gak si val lo prioritasin gue di banding mantan Lo itu,val gue ni pacar Lo tapi knp Lo lebih prioritasin mantan lo"ucap Sisil dengan nada sedikit tinggi

"BISA GAK SI LO GAK USAH BANDING²NGIN STATUS LO SAMA KLARA,KALO GINI GUE LAMA² MUAK SAMA LO"bentak Noval

Deg

Sisil diam,baru pertama kali dia dibentak oleh Noval itu pun cuma gara-gara Klara

"ya udah val gue bisa pergi sendiri ke rumh sakit"ucap Sisil,lalu pergi dari hadapan noval

Noval diam tdk mengucapkan sepata katapun setelah membentak sisil,dia juga kaget kenapa bisa bentak Sisil cuma hal sepele.

"Aaaaaaarrrrrrrrrrggggggg"teriak frustrasi noval



" Aku bingun harus melepasmu atau tetap bertahan,sikapmu selalu menyuruhku pergi tapi kamu selalu punya cara buat diriku bertahan dengn hubungan ini(Sisil prisila)"



"mencintai org yg belum bisa melepaskan masa lalu nya  sungguh menyakitkan seperti memeluk kaktus berduri semakin dipeluk semakin sakit"









"Halo gaysss,jagn lupa vote dan komen ya".
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sisil a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) de itira17
32 partes Concluida
(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa
Z(i)o-e nara {HIATUS} de pingkiiss_mi
19 partes Continúa
( 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗽𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮𝘁!) 𝖿᥆ᥣᥣ᥆ᥕ ᥲkᥙᥒ ⍴іᥒgkі ᥲgᥲr ძᥲ⍴ᥲ𝗍 іᥒ𝖿᥆ ძᥲᥒ ᥙ⍴ძᥲ𝗍ᥱ cerita❣ ʚʚʚ "makasih mang mie ayamnya" "enaknya makan sambil nonton atau baca ya?" Saat sedang memikirkan itu ia tak melihat bahwa ada truk besar yang melaju, di sisi kanan nya "NENG AWAS!" BRAK teriakan itu tak mampu mencegah kecelakaan itu terjadi, zionara tergeletak dengan darah yang mengalir dari kepala dan mulutnya "Sial! Gue belum sempet makan udah di jemput ajal aja- uhuk uhuk" setelah itu ia di nyatakan meninggal. ** "Ini...gue dimana? Bukannya gue udah mati? Jangan-jangan gue lagi di azab!" "Zionara" ia menoleh ada perempuan cantik memanggilnya "Siapa?" "Aku zoenara" "Zoe-nara? Kaya gak asing, OH ZOENARA NOVEL? eh masa gue ngomong sama fiksi" "bener, aku zoenara dari novel yang kamu baca" "Serius? Zoe u oke?" "I'm oke nara, aku disini cuma mau nitipin raga aku ke kamu, aku udah gak sanggup hidup di novel itu. aku minta tolong ke kamu perbaiki hubungan keluarga kecil ku, terutama hubunganku sama anakku" "Lo serius? Kalo misi nya udah selesai lo akan balik ke tubuh lo?" "Aku gak mungkin kembali, jiwa aku udah gak sanggup hidup di novel itu" "Dari sekian banyaknya orang, kenapa harus gue?" "Karena kamu orang pertama yang kasihan sama aku dan kamu orang pertama yang menangisi kematianku di novel itu, terimakasih untuk itu" "Terus mie ayam gue? Gimana?" "Nanti aku ganti" "Gimana gantinya? Orang lo udah mati!" "Udah sana! Berisik!" Zoenara mendorong kencang zionara kebelakang "AAAAAA-" "MIE AYAM!!" Bagaimana nasib zionara arabella, gadis sebatang kara yang hanya berkerja serabutan bertransmigrasi ke salah satu novel bajakan yang ia baca? Terlebih lagi ia menjadi pemeran utama wanita yang sudah memiliki suami bahkan 𝗮𝗻𝗮𝗸 ┉┈
I L A L A N G ✔ (Tamat) de Nabers23
38 partes Concluida
Satu Minggu sudah Reza tak nampak di sekolah . Setelah kejadian kemarin penyakit nya kambuh. "Kok Reza gak masuk2 ya? " tanya Nabila pada Ridwan ( kebetulan Reza dan Ridwan adalah sepupu) "Dia masih sakit karena kemarin itu " jawab ridwan " Oh ,memang separah itu ya?" tanya nya lagi " Entah bil ,gue juga kurang tau" jelas ridwan lagi nabila menggangguk " besok hari minggu kita ke rumah Reza yuk?" ajak nabila kepada teman2 nya " Oke, kumpul di rumah Gue ya " respon Arif karena memang rumah nya tidak jauh dari rumah Reza "Siap " jawab mereka kompak Bel pulang sekolah berbunyi murid2 berhamburan keluar karena mereka sudah di jemput orang tua masing2 "Eh ,gue tunggu di rumah ya ,bye" teriak Arif sembari bergegas keluar kelas "Siap bos" jawab yg lain nya kompak "Bil,gue pulang dulu ya ,dadah "kata murid 1 sambil melambaikan tangan nya di ikuti teman2 yg lain "Dadah " jawab nabila Iya, Nabila memang lebih memilih pulang terakhir karena yang pasti sekolah pun sudah sepi ,jadi tidak perlu berdesak2an Sekitar 15 menit,Nabila sudah sampai di rumah nya "Assalamualaikum" salam Nabila tidak ada jawaban karena memang rumah sepi saat siang hari . Nabila masuk rumah dan segera mengganti pakaian nya .bergegas pergi ke warung nenek nya di depan gang. Malam pun datang Nabila yg tengah duduk di teras rumah nya dengan beberapa buku bacaan ,tentu,karena nabila gemar membaca Tak lama Rizki datang "Lagi apa bil??" Sapa Rizki "Bisa kali salam dulu"jawab nabila ketus "Iya iya ,assalamualaikum nabila cantik,lagi apa?"goda rizki dengan sedikit tertawa "Rizki apaapaan si lo,waalaikumussalam,lagi baca2 aja,lo mau apa kesini ??tumben"kata nabila heran "Besok ke rumah arif gue ikut ya?sekalian mau jenguk Reza,please bil?rengek rizki "Iya iya ,besok jam 9:30 lo udah harus stand by di rumah gue"perjelas nabila "Oke tuan putri,besok gue tepat waktu kok,gue pulang dulu,assalamualaikum "kata rizki pergi meninggalkan nabila "Dasar aneh lu ki,waalaikumussalam"jawab nabila sembari memasuki rumah nya
 ALZERA (On Going) de CifaCiaull658
14 partes Concluida Contenido adulto
"ENTAH INI SUATU KE BETULAN, ATAU MEMANG GARIS DARI SEBUAH TAKDIR YANG MEMANG SUDAH TUHAN TENTUKAN MELALUI SUATU KEBOHONGAN" "HEH LU KALONYEBRANG TU PAKE MATA DONG!!" Sentak laki laki yang hampir saja menabrak Liza dengan penuh emosi "Maaf ya ka, tapi dimana-mana nyebrang itu bukan nya pake kaki?" jawab gadis itu sambil bangkit dari aspal "Terserah lu, udah bagus rem motor gua pakem , klo ga, udah masuk Rs kali lu, gua juga yang harus tanggung jawab" ucap Kesal cowo berseragam putih abu ber halem full fac diatas motor sport dengan jaket hitam kebanggan yang melekat di tubuh nya " tapi bukan sepenuhnya salah aku dong ka, kakanya juga bawamotornya kebut kebutan, lagian aku udah liat kanan kiri dulu ko sebelum nyebrang" Ucap gadis itu dengan nada yang tetap santay "Jawab mulu lu ya.., udaah cepet minggir, males gua ladenin Cewe frik ka ya lu" "Pagi-pagi udah bikin gua kesel aja dasar cewe frik" grutunya dan kmbali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis yang barusan hampir ia tabrak "NYEBELIN BANGET SI TU COWO BUKAN NYA MINTA MAAF, sabar liza masi pagi, jangan rusak mood kamu hari ini cuma gara gara cowo nyebelin itu okey " grutu gadis itu mengingatkan dirinya sendiri menghela nafas dan mengelus dadanya mencoba tetap tenang dan tetap bersabar (KALO KALIAN PNASARAN GIMANA ALUR CERITANYA lanjut terus baca ya..!) "Knalin karakter mereka di cerita pertama ku kali ini" (Jangan lupa vot sebanyak banyak nya and komen, ajak tmn tmn kalian baca crita aku ya guysss🥰) "HAPPY READING GUYSS"🥳🤩
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Di Masa SMP Ku cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
(LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant) cover
Z(i)o-e nara {HIATUS} cover
AMOUR (Mr. Pradipta) cover
Should be Remember  cover
I L A L A N G ✔ (Tamat) cover
Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia cover
 ALZERA (On Going) cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover

Di Masa SMP Ku

31 partes Continúa

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_