Lady Bricaleah

Lady Bricaleah

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 11, 2021
Hidup Bricaleah bagai terombang-ambing. 8 tahun ia hidup sebagai penjual koran, tiba-tiba dibawa ke kediaman Marquess of Will. Dikejutkan dengan kenyataan bahwa ia adalah putri kedua Marquess dan Marchioness of Will yang menghilang setelah seminggu dilahirkan. Pasangan marquess sangat baik. Walau ayahnya sedikit aneh, dia sosok ayah yang hebat. Ibunya juga adalah sosok wanita terkeren yang pernah ada. Kakak perempuan nya sangat menggebu-gebu dan penuh semangat meskipun kakaknya ini sedikit kasar juga pemaksa. Belajar dan menjadi bahan gosip. Selain itu, kehidupan sebagai seorang bangsawan tidak buruk. Apalagi kejadian pertemuan aneh dengan seorang pria narsis yang lucu. [Minim konflik + Romance slife of life + Family] © Oralie El
All Rights Reserved
#66
marquess
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Blooming Baby
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Night Start's [On Going]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • I'M YOUR WIFE || JAEMIN × GISELLE || [END]
  • Crazy Marriage
  • Rumah Penuh Cerita
  • Become a Foreign 'Actist'

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines