Just Be Me

Just Be Me

  • WpView
    Reads 629
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 6, 2021
Sejauh ini aku sudah berusaha, menjadi segalanya yang aku bisa. Aku mampu bertahan, mengambil bagianku dan memenangkan setiap pertempuran dalam perjalanan ini. Semua hanya karena pesan Simbok yang selalu terngiang, bahwa hidupku sebagai Kinan telah berakhir di detik saat semua saksi nikah berkata sah. Bertemu Juna, membuatku berangan tentang kehidupan pernikahan yang indah. Seindah wajahnya, senyum dan ucapan janji manisnya. Sejenak telah menghanyutkanku ke dalam fantasi, bertajuk menua bersamamu, itu pasti. Aku dan kamu menjadi kita karena kata cinta. Namun ternyata rumah tangga bukan hanya masalah penyatuan cinta kita, tetapi perlahan menjadi cerita kompleks tentang keluarga, budaya, bahkan harta lah penentu utama bahagia. Kedamaian rumah perlahan sirna tatkala satu persatu retakan menggoyahkan ikatan kita. Dua dekade adalah waktu yang panjang untuk mempertanyakan ke mana perginya happy ending kita. Kini bagiku kamu adalah kepingan kenangan yang harus segera kulupakan. Harusnya aku tetap mencintaimu, dan bertahan takkan pergi darimu, tetapi kesepian ini telah menggerogotiku. Haruskah aku tetap tersenyum dan berpura-pura seperti biasanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • (END) Your Most Faithful Companion
  • A Snowy Winter
  • Secret Of Marriage
  • Indah di Senyum Mu
  • Setelah Menikah
  • DUA ROTI [EBOOK]
  • Pernikahan Rahasia, Shut! (TAMAT)
  • Here With Me
  • Aku Bukan Simpanan (Lengkap)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines