Kita dalam Luka

Kita dalam Luka

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 10, 2021
"LO UDAH GILA, KI!" Aksara mencengkeram kuat pergelangan tangan Kiara. Tak peduli dengan tangan Kiara yang kian memerah. Kiara menatap Aksara dalam. Aksara dapat melihat gurat lelah dalam mata cantik cewek yang sungguh sungguh ia cintai itu. "IYA, GUE EMANG UDAH GILA! PEDULI APA LO?!" "Gue peduli. Sangat peduli," jawab Aksara dengan menekankan suara di tiap kata. Kiara menurunkan pandangannya, menunduk dalam. Setetes air mata tanpa permisi keluar dari pelupuk matanya. "Gue cape, Sa. Gue pengen mati." Aksara melepas cengkeraman tangannya pada Kiara. Kedua tangannya kini terangkat memegang kedua bahu Kiara. "Tatap gue, Ki," pintanya. Kiara menurut, ia menaikkan pandangannya. Mata sayu itu bertemu dengan mata teduh milik Aksara. Aksara menghela napas panjang. "Kalau lo mati, gue juga mati. Karena hidup gue ada di elo, Ki."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#301
kiara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Good Bye Kinara (END)
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)
  • Elegi Rasa : Pergi
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • UMBRELLA
  • Goodbye Alaska [END]
  • Sincere (Nara)
  • Repas
  • Bara [REVISI]

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan