Kita dalam Luka

Kita dalam Luka

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"LO UDAH GILA, KI!" Aksara mencengkeram kuat pergelangan tangan Kiara. Tak peduli dengan tangan Kiara yang kian memerah. Kiara menatap Aksara dalam. Aksara dapat melihat gurat lelah dalam mata cantik cewek yang sungguh sungguh ia cintai itu. "IYA, GUE EMANG UDAH GILA! PEDULI APA LO?!" "Gue peduli. Sangat peduli," jawab Aksara dengan menekankan suara di tiap kata. Kiara menurunkan pandangannya, menunduk dalam. Setetes air mata tanpa permisi keluar dari pelupuk matanya. "Gue cape, Sa. Gue pengen mati." Aksara melepas cengkeraman tangannya pada Kiara. Kedua tangannya kini terangkat memegang kedua bahu Kiara. "Tatap gue, Ki," pintanya. Kiara menurut, ia menaikkan pandangannya. Mata sayu itu bertemu dengan mata teduh milik Aksara. Aksara menghela napas panjang. "Kalau lo mati, gue juga mati. Karena hidup gue ada di elo, Ki."
All Rights Reserved
#561
kiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • Bara [REVISI]
  • UMBRELLA
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Repas
  • Raden
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • DAKSA [END]
  • KIARILHAM【END】
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines