Aleta&Kesunyian

Aleta&Kesunyian

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
Kesunyian,satu kata itu yang selalu ada di dalam hidup gadis cantik berusia 17 tahun,Aleta Queenby Elvina. Segala permasalahan sudah ia rasakan, dimulai dari keluarga yang pertama kali menghancurkan dirinya. Menjadi objek bullying tentu sering ia rasakan. Hanya saja masalah percintaan belum pernah sama sekali singgah di dalam kehidupannya. Meskipun terlahir dari keluarga yang serba kekurangan tidak membuat seorang Aleta berputus asa dalam menjalani hidupnya yang keras ini. Sampai semesta pun mengirimkan dirinya seorang pria baik,Aslan Mahendradatta. Namun apakah mungkin pria itu akan benar-benar memberikan banyak warna dalam hidup Aleta? Aleta sangat berharap seperti itu. Jika pertemuannya hanya untuk menambah luka baru,Aleta sudah tidak sanggup menampung segalanya. Apalagi hanya sekedar dalam masalah percintaan. Bijak dalam membaca cerita. Cerita ini real hasil pikiran author. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh, tempat dan lain-lain yang tidak saya sengaja. Sampul by Pinterest.
All Rights Reserved
#84
sunyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Fake Love (On going)
  • Aldeva
  • ALASKALETTA
  • 1001 Luka [On Going]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Another Soul Elana {End}
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines