Evanescent (Diary Depresi Ku)

Evanescent (Diary Depresi Ku)

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
"Kukira kamu obat, ternyata pereda rasa nyeri. Kukira kamu penyembuh, ternyata cuma pereda yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan nyeri lebih hebat." @novitarch_ || Evanescent, Diary Depresi Ku *** Ini kisah tentang Aylina Valencia. Gadis yang terobsesi dengan peringkat pertama. Suatu ketika Aylin mendapat peringkat kedua untuk pertama kalinya karena ada sesuatu hal. Syok? Tidak percaya? Jelas! Namun, sudah protes pun tidak ada gunanya. Aylin merasa hidupnya hancur. Kehidupannya juga seakan berubah 180 derajat. Berbagai masalah pun beriringan datang menimpanya. Keluarga, teman, sahabat, semuanya seakan adalah masalah untuk Aylin. Hingga suatu saat, Aylin bertemu dengan seseorang yang membuatnya kembali merasa berharga. Dia Aron Agnibrata. Namun, ternyata hal itu hanyalah sebuah topeng. Suatu ketika, Aron memberikan sebuah luka besar pada Aylin. Luka yang tak akan pernah tertutup meskipun sudah berusaha mengobatinya. Semuanya memang berlalu dengan cepat, namun memori masih menyimpannya rapat. Berbagai wajah telah Aylin gunakan untuk menutupi setiap masalah dan kesedihannya. Tapi ... apakah hal itu akan abadi dan takkan terkuak? *** Update 1 minggu sekali *** Start : 2 Oktober 2021 End : - ©Novita Rochmah 2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • I'M NOT FINE (TAMAT)
  • Paradise
  • FRIENDzone (Completed)
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Sejenak Luka
  • Rain | ArleaVenout
  • Diary Depresiku
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines