TITIK ARAH (ON GOING)

TITIK ARAH (ON GOING)

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak yang bilang bahwa anak pertama itu harus kuat apalagi perempuan. Dan akupun membenarkan perkataan tersebut karena memang benar aku merasakannya. Dituntut untuk menjadi tulang punggung karena membantu sang ayah, dan juga harus menjadi kakak kebanggan untuk adikku. Ekspektasi orang tua terhadap anak pertama sangatlah tinggi menurut ku. Karena menjadi harapan pertama dan juga contoh bagi anak selanjutnya. Awalnya sangat berat untuk dijalani ketika melihat orang lain seusia ku yang hahahihi menikmati masa remajanya tanpa harus bekerja keras. di saat aku ingin seperti mereka tapi aku terlebih dulu dipukul mundur oleh keadaan yang memaksaku lebih berfokus untuk bekerja. Besar di keluarga yang sederhana membuat aku menjadi kuat dan tangguh. karena bagiku melihat senyuman orang tua menjadi kesenangan tersendiri untuk menjalani hidup. Aku... seseorang yang memiliki tekad tinggi untuk membahagiakan kedua orang tua. Bahkan rintangan, tangisan, rintihan dan badai pun aku lalui demi terciptanya sebuah pelangi. Gimana penasaran akhirnya seperti apa? Kita saksikan sama sama 😗✨ Yu follow dulu sebelum membaca biar ga ketinggalan update selanjutnya!🌻 Cerita ini murni hasil pemikiran saya! Maaf apabila ada kesamaan nama tokoh atau alur karena itu tanpa unsur kesengajaan DONT COPY MY STORY !
All Rights Reserved
#264
sadending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines