Swara Bulan [On Going]

Swara Bulan [On Going]

  • WpView
    Membaca 238
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 14
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 18, 2021
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Belajar dari pengalaman, jangan sampai kalian masuk ke dalam lubang yang sama. Ingatlah, tidak ada yang sama ketika terakhir kali berpisah dalam keadaan yang buruk. "Bisa gak gue percaya sama lu? Secara gue takut lu sama kayak dia" - Bulan "Gue yakin, gue sama dia beda. Dan gue yakin kalau gue bisa bikin lu bahagia lebih bahagia dari dulu." Swara [hanya sebuah karya fiksi biasa] #swara_bulan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#294
bumi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BULAN (END)
  • THE BEST FRIEND [GFRIEND FF]
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Blue Light (Tamat)
  • Memories in Moon
  • BOICE STORIES (Completed)

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan