Swara Bulan [On Going]

Swara Bulan [On Going]

  • WpView
    Reads 237
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
Belajar dari pengalaman, jangan sampai kalian masuk ke dalam lubang yang sama. Ingatlah, tidak ada yang sama ketika terakhir kali berpisah dalam keadaan yang buruk. "Bisa gak gue percaya sama lu? Secara gue takut lu sama kayak dia" - Bulan "Gue yakin, gue sama dia beda. Dan gue yakin kalau gue bisa bikin lu bahagia lebih bahagia dari dulu." Swara [hanya sebuah karya fiksi biasa] #swara_bulan
All Rights Reserved
#136
bulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Can't You See Me #SFM✔
  • Secret Love Song (Gfriend)
  • BOICE STORIES (Completed)
  • Indurasmi, Segara, dan Kita ✓
  • GTime
  • THE BEST FRIEND [GFRIEND FF]

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines