My Morning Glory

My Morning Glory

  • WpView
    Leituras 49
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, ago 16, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
" Mengapa khawatir tentang hal bodoh itu, jika kau berbakti pada orang tua mu, maka menurutlah Lia !" " Bukan kah semua ini terlihat tidak adil dan berlebihan, ini kehidupan ku, untuk diriku, bukan kalian !"- Lia " Hei kenapa ? apa kau mau menangis lagi ? huh dasar cengeng Kemarilah !, menangis dan ceritakan semua dihadapanku"- Vian Kisah gadis yang hidup ditengah kungkungan keluarga yang membuatnya merasa terus disetir tanpa boleh menentukan arah jalan kehidupannya. Hancur, tidak ada lagi yang bisa diharapkan oleh Lia, Seluruh keluarga yang ia harap menjadi tameng agar melindunginya dari panas nya peluru dunia, malah menjadi pelatuk peluru itu sendiri yang bebas membidik kearah yang mereka mau. Tidak ada yang berpihak apalagi mendukungnya Tunggu , bukan kah Lia masih mempunyai manusia menyebalkan, yang jika melihat Lia kesusahan dia malah tertawa terbahak- bahak. Oh tidak, Lia melupakannya. Sosok Morning Glory nya dengan segala keunikan dan sifat hangatnya, yang Tuhan hadirkan sebagai pagi yang menerangi gelapnya malam kehidupan Lia. Siapa lagi kalau bukan Vian.
Todos os Direitos Reservados
#37
vian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dear of Natasya
  • Naomi Life's Story
  • Full Of Scratches
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Rainbow
  • Bayangan di Malam Kelam(xodiac)
  • Arkan Dan Keira
  • 36 days with you {saida} [End]
  • ALEYA~~

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo