Run : Destroyed

Run : Destroyed

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 27, 2021
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Aku tau tidak semua orang merasakan kasih sayang keluarga. Sama seperti aku. Hidup dari kecil di panti asuhan membuat aku tau bagaimana rasanya bekerja keras menghidupi diri sendiri dan adik adik panti lainnya. Sampai suatu ketika, saat aku dan teman agent ku pergi untuk menjalankan misi dari ketua. Kota tempat aku tinggal bersama para adikku mengalami kerusuhan lalu menyebar hingga keseluruh dunia. Wabah zombie. Oh shit! Anak ku! Namaku Zaya, ini cerita tentang aku yang bertahan dari zombie di negara orang. Berusaha lebih cepat dari penyebaran virus ini. Menuju kota asalku, menyelamatkan para adik ku di panti, dan menemui anak ku di rumah.
All Rights Reserved
#254
zombie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • 17 SURVIVE [GEN 12]
  • viruz : lari atau mati ✓
  • Patogen 48
  • FROM SCHOOL TO CITY (END)
  • The Virus Z
  • DO YOU WANNA DIE ✔
  • NEW WORLD "The definition of the world has fallen"
  • Foreign Virus (LENGKAP)

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines