Jika cinta datang untuk meminta kasih, perhatian, pengertian dan penerimaan, serta tuntutan untuk menjadi orang lain. Akan lebih baik jika cinta tak pernah singgah sama sekali.
****
Tatiana adalah perempuan yang berusia 27 tahun, di usianya menikah bukan lagi pilihan atau keinginan, melainkan sebuah kewajiban yang harus disegerakan. Sementara itu, ia justru mengatakan ingin menabung dan melanjutkan pendidikan.
Banyak laki-laki yang menginginkannya. Tatiana tak bisa melepaskan impiannya, untuk apa memberikan diri kepada seorang laki-laki yang pasti akan berpisah dengannya, jika bukan oleh perpisahan hidup, pastilah terpisah oleh kematian.
Tatiana harus memilih jalan hidupnya, menjadi egois dengan mengejar mimpinya sendiri, atau menikah dan menjadi anak yang berbakti meski belum menemukan seseorang yang mampu merebut hatinya?
Menjadi putri seorang pengusaha ternama, tidaklah membuat Anna merasa bangga. Gadis berdarah seni itu tidak menyukai popularitas. Terlebih ayahnya selalu membanding-bandingkan Anna dengan prestasi kedua kakaknya, membuat Anna semakin benci terlahir dalam keluarga mereka.
Karena pertengkarannya dengan sang ayah, Anna memutuskan untuk pergi. Mempertemukannya dengan Axelle Adams, seorang pria tampan yang memiliki hobi mempermainkan perasaan wanita berwajah Asia.
Apakah Axelle mampu menopang Anna yang sedang berada di titik terbawah dalam hidupnya? Mampukah pria itu menjadi penengah antara Anna dan keluarga?
Kisah ini tentang cinta, luka, keluarga, dan masa lalu.
***
"Menjauhlah dariku."
"Kenapa?"
"Aku tidak sebaik yang kau pikirkan."
"Aku tidak peduli siapapun dirimu."
"Aku tahu kau seorang gadis yang baik, dan aku takut suatu saat kau akan hancur karenaku."
"Hidupku bahkan sudah hancur jauh sebelum aku mengenalmu."
***
(Follow dulu sebelum baca)