Disenchanted

Disenchanted

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 11, 2022
Ada kalimat yang selalu terngiang dalam benaknya, "Masih banyak lelaki di luar sana," tapi siapa yang bersedia untuk menipu perasaan sendiri? Bimbang yang memenuhi dirinya sampai tak tahu harus memutuskan untuk melakukan apa terhadap keraguannya. Dirinya kah yang tak mampu, atau dirinya kah yang terlalu berpikir panjang atas konsekuensi yang nantinya terjadi jika memaksakan perasaan egoisnya? A story by Seventh Summer Disclaimer Cerita ini 100% fiksi dan hasil pemikiran penulis, apabila ada kesamaan latar, nama, tokoh, cerita itu adalah sebuah kebetulan. Diharapkan pembaca juga tidak menyangkutkan tokoh yang ada dalam cerita dengan referensi aslinya Selamat membaca~ [Published November 2022]]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baby Lele (On Going)
  • AQRAF (On Going)
  • RadenRatih
  • Transmigrasi si bar-bar
  • ABISATYA | END
  • [END] Perfect Half
  • My favorite person
  • Single Moms (End)
  • Di culik jodoh

(BUKAN BL❎) Judul sebelumnya (Who Knows?) Di awal part memang kurang menarik tapi dipart selanjutnya dijamin bakal ketagihan ......... "Ini lumah papa?" tanya anak itu dengan wajah cengo. Darion terkekeh kemudian menutup mulut sang anak yang sedang ternganga. "Bukan sayang, ini rumah kita," jawab sang papa dan langsung membuat Leon menatap wajah papa nya. "Papa nepet dimana? syampai bisya puna lumah besyan syepelti ini." Apa katanya? Darion yang sebelumnya berbangga diri dapat memperlihatkan rumah hasil kerja kerasnya harus dihempaskan ke jurang terdalam karena pertanyaan anaknya yang bilang Mansion megah itu adalah hasil ngepet! Supir nya bahkan sampai membekap mulutnya dengan tangan karena tawanya yang tiba-tiba akan meledak mendengar pertanyaan polos anak bosnya. "Sayang papa tidak ngepet papa memiliki sebuah perusahaan dan papa adalah bos nya makannya bisa memiliki tempat untuk kita bernaung sekarang," jelas Darion dengan sabar. Leon mengangguk-angguk tanda mengerti. "Ohh papa yan jaga lilin pasyi pelihalaan babi papa ada banak, nanti Lele mau liat ya papa." Oh Tuhan, anak itu salah tangkap! .......... ❎Stopp plagiator dilarang mendekat! Punya malu sikit lahh kalau mau punya cerita buat sendiri! Jangan nyolong punya orang:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines