Sayatan Secangkir Pagi

Sayatan Secangkir Pagi

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 26, 2022
Sendiri di tepi telaga berombak dalam pikiranmu, mari duduk sejenak menyeruput secangkir pagi di teras rumah kami. Duduk gelisah diiringi sajian orang-orang berlari padat dengan pikirannya masing-masing. LIhat? Sungguh indah bukan menikmati taburan api dan kotoran dunia pagi ini.
All Rights Reserved
#369
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • ABSURD QUOTES I
  • You're Here, But Not For Me
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • Perempuan Pujaan Hujan
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines