RIRA | On Going

RIRA | On Going

  • WpView
    Reads 2,137
  • WpVote
    Votes 1,053
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 15, 2022
'Aku benci ketika maaf, dijadikan sebagai penenang lalu mengulang.' 'Mengenalmu dengan sengaja, menyukaimu secara tiba tiba, dan melupakanmu karna luka.' _ADINDA RIRA AURIGA WIJAYA. "Lho? AYANGGGG!!, TUNGGUIN DONG! KOK DITINGGAL SIHHHH!" Ingin tau kelanjutannya? Silahkan membaca. 🚫Mengandung bahasa kasar 🚫Mengandung kalimat&kata kata yang astaghfirullah Happy Reading Cover by; Pinterest
All Rights Reserved
#8
rira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Let Me Love You Longer
  • Bertumpu
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • FIZYA
  • LENGKARA
  • Arsyilazka
  • About Naskala [on going]
  • ARLITA [Selesai] (Terbit)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines