OCEHAN SANG PENGANGGURAN

OCEHAN SANG PENGANGGURAN

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 28, 2026
"Butiran bait yang dibuat oleh dan untuk para beban keluarga serta negara yang tak pernah dapat kesempatan kerja" (Semoga saja mereka tak kelaparan dan meresahkan) Ocehan-ocehan keluh kesah para pengangguran ketika susahnya mencari kerja yang tertuang dalam setiap bait Puisi. Di karang oleh Alfiananda Dwi Oktora Nugraheni atau Adon (nama pena gue gitu) ;) Karya ini merupakan sudut pandang penulis. Jika terdapat kesamaa kisah maupun perbedaan pandangan, dimohon untuk tetap kondusif dalam berkomentar, karena ini tidak untuk menyinggung siapapun. Jika kalian suka, jangan lupa like, vote, komen dan bagi ke semua teman, gebetan, saudara, kolega dan para politisi eh maksudnya sastrawan Puisi. ;) Mohon dukungannya Yaa teman-teman. Terima kasih. Semoga kalian sehat semua. Salam. ~adon
All Rights Reserved
#26
30harimenulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rintik Rindu
  • BERANDA GIRINDRA
  • DANGEROUS GABRIEL | Perjodohan (Complete)
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • ...
  • ABSURD QUOTES II
  • My Cold Husband [COMPLETED]
  • REGATHAN [END]
  • Dia Arsen (END)
  • Aksara Tak Bertuan
  • Puisi Romantika Kuno
  • Horibble Woman (END)
  • Amatiran Nulis Puisi
  • Goresan Pena
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Fear Of Abandonment

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines