Story cover for Fetus by Hariawanism
Fetus
  • WpView
    LECTURES 546
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 5
  • WpView
    LECTURES 546
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 5
En cours d'écriture, Publié initialement août 11, 2021
Apa yang menjadi hulu rasa takutmu detik ini?

Kulminasi penyesalan yang abad demi abad tak juga minggat dari sel demi sel otakmu? Atau dosa hari silammu, menggugat kau agar khusyuk bersimpuh sambil menyedekahkan kewarasan sebagai satu-satunya hal mewah terakhir yang kau miliki? Atau habisnya waktumu menghamba kepada pengampunan yang tak juga tiba?

Buku ini adalah setumpuk hikayat keputusasaan dari ketiga hal di atas. Ia bukan sebatas legenda urban picik, ia hadir untuk menggugat penindasan yang dialami, membuat harapan hidup juga kewarasan milik tergugat kian menipis.

Selamat datang. Selamat menjadi saksi atas kelahiran janin yang diramalkan.


* * * * * * * * * * * *


Cerita didedikasikan sebagai pengacungan jari tengah kepada terhadap praktek-praktek aborsi. 

Ia juga manifestasi kritik sosial atas liberalisme yang salah dan feminisme ekstrem. Eksistensinya adalah sirene atas masih rendahnya kesadaran orang banyak dalam memahami dan merawat pasien pengidap gangguan kejiwaan. Semua ide besar tadi penulis ramu dengan tema horor-psikologi.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Fetus à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#243mitos
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Ibu Susu untuk Bayi Gaib, écrit par Hayisa_Aaroon
8 chapitres Terminé
Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
The Dark Side(END) cover
Dibalik Pintu [Bts Horor] cover
Ibu Susu untuk Bayi Gaib cover
Kripik Setan cover
Creepyshit cover
Misteri KKN Di Desa Penari cover
PERNAHKAH KAU MENCINTAIKU (END DI WEBNOVEL) cover
DIARY MORA cover

The Dark Side(END)

42 chapitres Terminé

ketika dua kepribadian bertolak belakang melebur menjadi satu karena terlahir dari trauma masalalu. membentuk sebuah jati diri yang tangguh untuk menyelami kerasnya garis kehidupan yang harus dia jalani. wajah secerah mentari, tatapan seteduh mbun pagi, dan senyuman semenenangkan senja hari. siapa yang tahu bahwa itu semua adalah topeng yang dipasang untuk menutupi bagian dari dirinya yang kelam, kekelamannya mampuh mengubah kehidupan seindah pelangi menjadi hitam suram jika dia tidak mampu mengendalikan diri. karena itulah dia menguburnya dalam-dalam walaupun dia tahu itu hanya sementara dan sewaktu-waktu akan memberontak dari persembunyiannya untuk keluar. "jika diriku berubah tidak seperti biasanya, itu masih tetap aku, itu adalah diriku yang lainnya, dan aku bukan monster"