Kapal Kertas

Kapal Kertas

  • WpView
    Reads 2,450
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 8, 2026
"Hai," sapa seorang pemuda dengan baju osis yang masih bertengger di tubuhnya. Sungguh, itu suara lelaki terlembut yang pernah Viola dengar. Viola akhirnya mendongak sekilas, melihat siapa yang menyapa dirinya, tanpa memiliki niat untuk menjawab sedikit pun. "Mau ikut aku?" Suara indah itu pun kembali mengalun. "No," sahutnya singkat. Demi apa pun Viola tidak berniat untuk meladeni lelaki yang bahkan dirinya saja tidak tau dia siapa. "Aku belum kunci jawabannya. Kalau kamu berubah pikiran, aku ada di halte depan." Berawal dari pertemuan tersebut, membawa Viola menemukan tempat yang membuat suasana hatinya sedikit membaik. Tempat untuk melarikan diri dari semua drama hidupnya. Tetapi semenjak pertemuan tersebut, mereka tidak pernah bertemu kembali. Namun pada akhirnya semesta kembali mempertemukan mereka. Mempertemukan kepada seseorang yang pertama kali membuatkan ia kapal kertas. Seiring berjalannya waktu, kedekatan antar dua insan itu pun mulai terjalin. Dan tempat itu, masih menjadi favorit Viola, atau sekarang bisa di bilang tempat favorit mereka. Yang biasa mereka sebut sebagai tempat rahasia.
All Rights Reserved
#27
vigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vyola ✓
  • Om, Ayo Nikah
  • Broken Hearts [END]
  • It Takes Two To Tango
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • VIOLAND [TERBIT]
  • Psychopat [SELESAI]
  • yang kupeluk dalam tenang
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
Vyola ✓

"lo milik gue mulai sekarang" ketus Darrel dunia terasa kiamat kecil bagi Vyola mulai dari ucapan Darrel saat bertemu disebuah club malam. hingga Vyola tak memiliki semangat untuk masuk sekolah di tahun ajaran baru. bagaimana dirinya bisa menerima begitu saja sosok Darrel dihidupnya, walau dia gantengnya gak ketulungan tapi sikapnya yang dingin seperti es balok, semaunya dia, keras kepala tapi pinter. Vyola sama sekali tak berharap itu menimpanya karena dia tak ingin kehidupannya yang tenang menjadi rumit karena berurusan dengan Darrel. siapa yang tak kenal Darrel wakil geng brutal disekolahnya, yang selalu berdiri di garis depan saat pertarungan Sma Pelita dan Sma Harapan. maka dari itu Vyola selalu berusaha menolak tak ingin hidupnya penuh dengan kerumitan. akankah Vyola keluar dari zona nyamannya dan mengikuti arus kehidupannya yang dibawa oleh Darrel.

More details
WpActionLinkContent Guidelines