TITIK TEMU

TITIK TEMU

  • WpView
    Odsłon 36
  • WpVote
    Głosy 10
  • WpPart
    Części 4
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., cze 13, 2022
~ 𝓣𝓮𝓷𝓽𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓮𝓵𝓶𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓸𝓫𝓪𝓽 𝓭𝓪𝓷 𝓵𝓾𝓴𝓪 𝓭𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓼𝓪𝓽𝓾 𝔀𝓪𝓴𝓽𝓾 ~ " Cuma satu permintaan gue sama lo, tolong kasih kesempatan buat gue, buat bisa ngerasain gimana disayang sama pacar sendiri, untuk terakhir kalinya. Karena, cuma lo yang gue punya." " Maaf gue belum bisa." " It's okey, gak masalah." ••••••• 𝔖𝔢𝔭𝔢𝔫𝔤𝔤𝔞𝔩 𝔨𝔦𝔰𝔞𝔥 : 𝕸𝖆𝖍𝖊𝖘𝖆 𝕹𝖆𝖗𝖊𝖓𝖉𝖗𝖆 𝕸𝖆𝖍𝖆𝖓𝖙𝖆 bersama 𝕬𝖘𝖍𝖆 𝕮𝖍𝖆𝖓𝖉𝖎𝖊. 𝙳𝚒𝚙𝚞𝚋𝚕𝚒𝚜𝚑 : 13 𝙰𝚐𝚞𝚜𝚝𝚞𝚜 2021.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#8
titiktemu
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Why you Comeback
  • My Doctors (END)
  • Garis Luka
  • MY HUSBAND IS CHILD [ ON GOING ]
  • AKARA (Ending)
  • Expect a Happy Ending [complete🧚🏻‍♀️]
  • 01.00

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści